Pengalaman Mario Aji dan Veda Ega Ditilang di Eropa, Denda Rp3,5 Juta

CNN Indonesia
Jumat, 17 Jul 2026 17:25 WIB
Mario Aji kena tilang saat ngebut dalam perjalanan latihan Barcelona-Mora, Spanyol bersama Veda Ega Pratama yang tertidur di mobil. (Astra Honda Motor)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pembalap Moto2 Mario Aji menceritakan pengalamannya ditilang polisi di Spanyol saat mengemudi mobil bersama pembalap Moto3 Veda Ega Pratama untuk berangkat latihan. Veda tertidur di dalam mobil dan baru terbangun ketika mereka disetop.

Di Eropa, Mario memang lebih sering memegang kemudi ketimbang di Indonesia. Ia bahkan menyebut sambil berjenaka bahwa dirinya sopir pribadi Veda, membangunkan rekannya itu tiap pagi, lalu menyetir ke tempat latihan.

"Ya jarang sih, saya lebih sering nyetir di Eropa malah daripada di Indonesia. Saya jadi sopir pribadinya Veda. Jadi pagi berangkat latihan, 'hei bangun' ayo berangkat. Terus nyetir. Dia di dalam mobil tidur, saya sendirian nyanyi," kata Mario sambil memperagakan gerakan membangunkan Veda, saat ditemui di Jakarta, Kamis (16/7).

Veda tak menampik. Ia memilih tidur lantaran memang tak bisa menyetir di sana.

"Kadang kasihan, habis latihan itu kan capek ya. Kalau saya bisa tidur, Mas Mario yang nyetir. Tapi ya gimana lagi saya ga bisa nyetir di sana. Bisanya tidur," ujar Veda.

Keduanya kini pulang ke Indonesia memanfaatkan jeda musim panas untuk mengisi berbagai acara sebelum balapan di Mandalika. Veda menjalani musim perdana di Moto3 bersama Honda Team Asia, sementara Mario memasuki musim ketiga di Moto2 bersama Idemitsu Honda Team Asia.

Di Eropa, Mario berkendara berbekal SIM internasional, dia mengatakan sudah punya SIM A dan C untuk Indonesia. Perjalanan mengemudi mobil seperti itu biasa mereka tempuh berdua saja tanpa pendamping.

"Iya berdua saja. Cuma sempat kena tilang," ucap Mario.

Disetop polisi

Insiden itu terjadi dalam perjalanan latihan dari Barcelona menuju Mora, Spanyol, yang memakan waktu sekitar 2,5 jam. Seperti biasa Veda tidur, sementara Mario mengandalkan aplikasi Waze yang kali itu tak menampilkan satu pun penanda.

Ia mengatakan melaju 120 km/jam di jalur berbatas 80 km/jam.

"Kan kita mau berangkat latihan dari Barcelona ke Mora, itu jaraknya 2,5 jam. Veda tidur. Saya pakai aplikasi Waze. Kan ada biasanya indikator, kamera di mana, speed limit di mana, terus polisi tracking di mana, itu ada. Saat itu ga ada sama sekali, speed limit 80 tapi saya jalan 120," terang Mario.

Polisi mencegatnya sebelum sebuah jembatan. Mario mengatakan biasanya mobil diberhentikan polisi untuk tes alkohol, hal itu pernah juga dia alami.

Namun kali ini beda, dia ditilang urusan batas kecepatan, dengan denda dibayar langsung di tempat.

"Tiba-tiba sebelum jembatan ada polisi cegat gitu, waduh. Ya saya kan sering tes alkohol segala macem kan sering, ini kena tilang speed limit. 50 km per jam apa ya kelebihannya. Ditilang langsung bayar di tempat itu kalau dirupiahkan Rp3,5 juta," lanjutnya.

Sementara itu, Veda baru membuka mata ketika mobil dihentikan polisi.

"Saya juga baru bangun. Loh kok disetop?" timpal Veda.

Meski ikut menumpang, Veda tidak ikut patungan membayar denda tersebut. Ditanya apakah rekannya menyumbang, jawaban Mario singkat.

"Enggak," kata Mario.

(fea/fea)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK