Menteri Hongaria Umumkan Mundur, Manuver Jadi Bos BYD

CNN Indonesia
Sabtu, 18 Jul 2026 19:40 WIB
Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Hongaria Péter Szijjártó mengundurkan diri kemudian mengisi jabatan eksekutif di BYD. (AFP/NICOLAS TUCAT)
Jakarta, CNN Indonesia --

Peter Szijjarto, mantan Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Hongaria, mengumumkan pada 15 Juli 2026 bahwa ia mengundurkan diri dari kursi parlemennya untuk bergabung dengan raksasa kendaraan listrik China, BYD, seperti yang dilaporkan oleh SHobserver.

Szijjarto, 47 tahun, yang menjabat sebagai anggota Majelis Nasional Hongaria sejak 2002 dan memegang posisi Menteri Luar Negeri dari 2014 hingga Mei tahun ini, membagikan berita tersebut di Facebook-nya. Ia menggambarkan langkah tersebut sebagai transisi ke peran internasional yang "sangat bergengsi" di salah satu perusahaan terkemuka di dunia.

"BYD adalah salah satu perusahaan paling sukses di industri otomotif selama 20 tahun terakhir dan pemimpin global dalam manufaktur kendaraan energi baru," tulis Szijjarto, dikutip carnewschina.com.

"Mulai hari ini, saya akan menjabat sebagai eksekutif yang bertanggung jawab atas hubungan eksternal grup dan perluasan lini bisnis baru," lanjut dia.

Penunjukan ini menggarisbawahi semakin eratnya hubungan strategis antara Hongaria dan China di sektor kendaraan listrik (EV).

BYD, yang memulai pembangunan pabrik produksi kendaraan listrik Eropa pertamanya di kota Szeged, Hongaria selatan, pada tahun 2024, telah memperluas jejaknya di wilayah tersebut.

Tahun lalu, pemerintah Hongaria dan BYD menandatangani perjanjian kerja sama strategis, yang mencakup pendirian kantor pusat Eropa BYD dan pusat penelitian dan pengembangan baru di Budapest.

Selama penandatanganan perjanjian tersebut, Perdana Menteri Viktor Orbán saat itu menekankan bahwa dunia berada dalam era transformasi yang ditandai oleh teknologi baru dan pergeseran permintaan konsumen.

Ia mencatat bahwa kepemimpinan China dalam teknologi EV menjadikan kemitraan strategis ini sebagai mesin penting bagi pertumbuhan ekonomi Hongaria, memposisikan negara tersebut untuk memimpin di era baru teknologi otomotif.

Pada April, Perdana Menteri Magyari menegaskan kembali visi ini, dengan menyatakan, "Kami berharap dapat menjadikan perusahaan lokal Hongaria sebagai mitra bagi BYD, CATL, dan investor besar lainnya. Saya yakin kita pasti akan mampu mencapai kerja sama yang saling menguntungkan."

Dalam beberapa tahun terakhir, banyak perusahaan dalam rantai pasokan kendaraan energi baru China telah membangun kehadiran di Hongaria.

Mengenai produsen peralatan asli (OEM), BYD sedang membangun basis produksi kendaraan di Hongaria dengan kapasitas 300.000 unit, sekaligus mendirikan kantor pusat Eropa di Budapest. Nio telah mendirikan pabrik energi Eropa yang berfokus pada manufaktur dan R&D stasiun pertukaran baterai.

Dalam hal rantai pasokan, perusahaan baterai daya seperti CATL, EVE Energy, dan Sunwoda semuanya membangun pabrik baterai di Hongaria.

(fea)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK