Kendaraan Niaga CBU Murah Serbu Indonesia, Ini Respons Kemenperin
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengungkapkan industri kendaraan niaga Tanah Air tengah menghadapi persaingan ketat, seiring serbuan produk impor utuh atau completely built up (CBU) dengan harga yang lebih terjangkau.
Berdasarkan data TPT impor, ada 15.850 unit impor kendaraan niaga (bus, truk, dan pikap) untuk periode Januari-Juni 2026. Dari jumlah itu 32,9 persen berasal dari merek Jepang, 31,8 persen dari India, 31,4 persen dari China, lalu 3,9 persen merek lainnya.
"Di tengah capaian positif, industri kendaraan niaga Indonesia menghadapi meningkatnya persaingan dari produk impor yang masuk ke pasar domestik dengan harga kompetitif," kata Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Setia Diarta di pabrik Isuzu, Karawang, Senin (20/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia jika kondisi ini terus berlanjut tanpa penanganan yang tepat, bukan tidak mungkin dapat meningkatkan risiko pada industri dalam negeri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertama, kata dia bakal terjadi penurunan utilisasi kapasitas produksi. Selanjutnya peluang peningkatan penggunaan komponen lokal untuk produk otomotif menjadi berkurang.
"Lalu keberlanjutan investasi semakin tertekan, serta risiko pemutusan hubungan kerja semakin meningkat," ucap dia.
Oleh karena itu, ia menyampaikan langkah strategis harus segera diambil pemerintah. Misalnya segera merumuskan kebijakan yang mendukung iklim usaha sehat dan berkeadilan.
Berikutnya harus ada harmonisasi kebijakan fiskal dan non-fiskal sebagai instrumen pengendalian impor yang efektif, namun tetap selaras dengan komitmen perdagangan internasional.
Selain itu lanjut Setia, pelaku industri juga harus mengambil sikap seperti meningkatkan efisiensi, hingga mendorong inovasi dalam rangka peningkatan kualitas produk serta daya saing global.
"Pertahankan juga pangsa pasar domestik dan memperluas penetrasi pasar ekspor," tutup Setia.
(ryh/mik) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]

