Eksekutif Toyota Pamer Foto Prototipe Diduga Land Cruiser Listrik
Seorang eksekutif Toyota di Eropa mengunggah foto SUV berkamuflase tebal yang terparkir bersebelahan Land Cruiser 300 Series GR Sport di media sosial. Penampakannya memicu spekulasi bahwa kendaraan itu merupakan Land Cruiser bertenaga listrik yang selama ini dikembangkan.
Foto tersebut dibagikan ke Facebook oleh Andrea Carlucci, Director of Marketing and Product Strategy Toyota Eropa, tanpa keterangan tambahan soal kendaraan di sampingnya.
"THE Legend evolves ...#Land Cruiser #Tahara What a team !!" tulis Carlucci pada keterangan fotonya, dikutip Drive, Rabu (22/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tagar Tahara merujuk pabrik Toyota di Jepang yang telah merakit berbagai Land Cruiser sejak 1990-an. Fasilitas itu kini memproduksi Land Cruiser 250 Series, Lexus GX, dan Toyota 4Runner, dikutip Carscoops.
Detail kendaraan sulit dikenali. Bodinya disebut berasal dari keluarga Grand Highlander, SUV monokok yang dijual di Amerika Serikat, dengan pelek mirip milik Century, SUV mewah Toyota di Jepang. Ukurannya diperkirakan setara Grand Highlander, mungkin sedikit lebih besar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagian besar gril depan tertutup kamuflase. Kondisi tersebut mengindikasikan kebutuhan pendinginan yang lebih kecil ketimbang mobil bermesin pembakaran internal konvensional.
Carscoops menilai posisi lampu depan yang tersusun horizontal dan area bumper bawah prototipe konsisten dengan konsep Land Cruiser Se 2023, meski ada bukaan baru di bagian hidung.
Ground clearance-nya juga tampak sedikit lebih rendah dibanding Land Cruiser 300 Series, walau tinggi keseluruhan tidak jauh berbeda.
Jejak konsep Se
Toyota sudah memperkenalkan konsep Land Cruiser Se di Japan Mobility Show 2023. Konsep itu menjanjikan dua hal yang belum pernah dimiliki Land Cruiser mana pun, yaitu konstruksi monokok dan tenaga listrik penuh, melompati teknologi hibrida.
Dimensi konsep Se mencapai panjang 5.150 mm, lebar 1.990 mm, dan tinggi 1.705 mm, dengan jarak sumbu roda 3.050 mm. Angka itu membuatnya lebih panjang dari Land Cruiser 300 Series, mirip dari sisi lebar, tetapi jauh lebih rendah.
Sasis tangga selama ini menjadi ciri Land Cruiser. Pada konstruksi ini bodi dibaut ke rangka, sehingga lebih disukai untuk ketangguhan medan berat. Sementara pada monokok, cangkang bodi dan sasis menyatu, lalu mesin serta suspensi dipasang di atasnya, konstruksi yang lebih cocok untuk penggunaan di jalan raya.
Platform monokok tetap bisa melahirkan off-roader kapabel, dengan Land Rover Defender terbaru sebagai contoh paling menonjol. Namun sasis tangga masih lebih lazim dipakai di segmen tersebut.
Perpindahan ke monokok kemungkinan menjadikan model ini Land Cruiser dengan handling terbaik, tetapi mengorbankan kemampuan off-road dibanding saudaranya yang bersasis tangga seperti FJ, 70 Series, 250 Series, dan 300 Series.
Platform yang bakal dipakai pun belum terang. Laporan sebelumnya menyebut konsep Se berdiri di atas TNGA-L, arsitektur penggerak roda belakang yang dipakai sejumlah model Toyota dan Lexus, meski bisa saja sudah berganti ke basis yang lebih baru.
Grand Highlander dan Century sama-sama memakai arsitektur monokok TNGA-K. Konstruksi serupa diperkirakan menjadi tulang punggung Land Cruiser listrik, dengan kemungkinan memakai platform e-TNGA atau versi kembangannya.
Autoblog menyebut dua kemungkinan lain, yakni berbagi arsitektur dengan Highlander generasi baru bertenaga listrik, atau berbasis sedan Crown penggerak roda belakang yang hanya dijual di Jepang dan China. Keduanya jauh dari konfirmasi.
Media Jepang Best Car tahun lalu mengeklaim Toyota tengah menggarap model monokok untuk lini 4WD, kemungkinan berlabel Land Cruiser Sport, untuk diluncurkan pada 2028.
Best Car berspekulasi soal pilihan dua atau tiga baris kursi dan bentuk elektrifikasi tertentu, tetapi menyatakan tidak memiliki informasi apakah SUV monokok itu dan versi pikapnya bakal bermesin bensin, diesel, hibrida, atau listrik.
Toyota belum mengeluarkan pernyataan resmi soal prototipe tersebut. Unggahan Carlucci, yang sepertinya sudah dihapus, juga tidak menyebut secara eksplisit bahwa kendaraan berkamuflase itu adalah Land Cruiser monokok.
Belum diketahui pula apakah crossover ini akan memakai nama Land Cruiser. Rumor sekitar setahun lalu bahkan menyebut model tersebut mungkin dibangun di Amerika Serikat, berbeda dari tagar Tahara pada unggahan Carlucci.
(fea) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]