Kendaraan Sering Kena Macet dan Suhu Panas Lebih Cepat Ganti Oli?

CNN Indonesia
Minggu, 26 Jul 2026 16:03 WIB
Bagi pengendara di kota besar seperti Jakarta, mengganti oli mesin sebaiknya tidak hanya berpatokan pada angka kilometer. Dok. Pertamina Lubricants
Jakarta, CNN Indonesia --

Kendaraan yang setiap hari kena macet di jalan menyebabkan oli mesin terasa lebih cepat berkurang atau performanya menurun. Belum lagi suhu panas membuat temperatur mesin bertambah.

Kondisi ini banyak tidak disadari pemilik mobil karena berpotensi memicu kerusakan mesin yang berujung pada biaya perbaikan lebih besar.

Senior Analyst PCO & Specialties PT Pertamina Lubricants Mulianto menjelaskan suhu lingkungan yang tinggi akan membuat temperatur kerja mesin ikut meningkat.

Kondisi tersebut mempercepat proses oksidasi oli sehingga kemampuannya dalam melumasi dan melindungi komponen mesin menurun.

"Suhu lingkungan yang tinggi membuat temperatur kerja mesin ikut meningkat. Akibatnya, oli lebih cepat teroksidasi sehingga kemampuan melumasi dan melindungi komponen mesin menurun. Jika tetap digunakan melewati masa pakainya, risiko keausan komponen meningkat," kata Mulianto dalam keterangan tertulis, Jumat (24/7).

Bagi pengendara di kota besar seperti Jakarta, mengganti oli sebaiknya tidak hanya berpatokan pada angka kilometer. Kemacetan yang membuat kendaraan lebih sering berhenti dan berjalan (stop-and-go) menyebabkan mesin tetap bekerja dalam temperatur tinggi meski jarak tempuh tidak bertambah signifikan.

Artinya, kualitas oli bisa menurun lebih cepat dibanding kendaraan yang digunakan di jalan dengan lalu lintas lancar.

Karena itu, selain memperhatikan jarak tempuh, pemilik kendaraan juga perlu mempertimbangkan pola penggunaan, kondisi operasional kendaraan, serta lamanya oli digunakan agar perlindungan mesin tetap optimal.

Pertamina Lubricants juga mengingatkan bahwa menghemat biaya perawatan bukan berarti menunda penggantian oli. Salah satu cara menjaga usia pakai oli adalah menghindari kebiasaan menggeber kendaraan pada putaran mesin (RPM) tinggi.

Kebiasaan tersebut membuat mesin bekerja dengan tekanan dan suhu yang lebih besar. Akibatnya, oli harus bekerja lebih keras untuk melumasi komponen dan menjaga temperatur mesin, sehingga proses oksidasi dan penguapan berlangsung lebih cepat serta viskositas oli menurun sebelum waktunya.

(ryh/mik)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK