BYD Mulai Impor Komponen, Pabrik Subang Uji Coba Produksi Mobil EV

CNN Indonesia
Selasa, 28 Jul 2026 06:28 WIB
Petugas memeriksa mobil listrik impor di IPCC Terminal Kendaraan, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa, 16 September 2025. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Ilustrasi. BYD Indonesia menjelaskan pabrik Subang sudah dalam proses trial produksi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Distribusi komponen kendaraan listrik BYD ke Indonesia mulai dilakukan seiring dimulainya layanan impor peti kemas internasional di Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat. Seluruh muatan impor perdana itu pun langsung dikirim ke fasilitas produksi perusahaan di Kabupaten Subang.

Berdasarkan informasi yang dibagikan akun Instagran subang.info, kedatangan kapal MV MSC CARLA III dari Singapura menjadi tonggak baru bagi Pelabuhan Patimban.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain menjadi layanan impor peti kemas internasional pertama, seluruh komponen yang dibongkar di pelabuhan itu langsung didistribusikan ke pabrik BYD tanpa melalui pelabuhan lain.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Skema tersebut dinilai mampu memangkas waktu distribusi sekaligus meningkatkan efisiensi rantai pasok industri kendaraan listrik di Jawa Barat.

Terkait masuknya komponen tersebut, BYD Indonesia tak membantahnya dan mengonfirmasi fasilitas perakitan di Subang saat telah memasuki tahap persiapan produksi.

[Gambas:Instagram]

Head of Marketing PR and Government Relations BYD Indonesia Luther Panjaitan menyampaikan proses uji coba produksi telah berjalan untuk model yang memang direncanakan diproduksi di pabrik tersebut.

"Kita sudah dalam proses dan trial produksi type yang memang direncanakan untuk diproduksi di fasilitas tersebut. Kami akan umumkan secara resmi bila sudah waktunya," kata Luther melalui pesan singkat, Minggu (26/7).

Namun, perusahaan belum mengungkap model kendaraan yang tengah menjalani proses trial produksi maupun jadwal dimulainya produksi massal di fasilitas Subang.

Ia hanya menyebut informasi tersebut akan disampaikan secara resmi pada waktu yang telah ditentukan.

(ryh/fea) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]