GIIAS 2026

Menperin: Indonesia Sedang Transformasi Jadi Basis Produksi Otomotif

ryh | CNN Indonesia
Sabtu, 01 Agu 2026 12:00 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang di Gedung Kemenperin, Senin (20/10).
Menurut Menperin hasil produksi kendaraan 615 ribu pada semester I jadi acuan Indonesia tranformasi jadi basis produksi. (CNN Indonesia/Lidya Julita Sembiring)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan Indonesia mulai bertransformasi dari sekadar pasar otomotif menjadi basis produksi kendaraan. Capaian tersebut terlihat dari pertumbuhan produksi, penjualan, hingga ekspor otomotif sepanjang semester I 2026.

Agus bilang produksi kendaraan bermotor nasional pada enam bulan pertama tahun ini mencapai 615 ribu unit atau naik 11,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, wholesales tumbuh 15,9 persen menjadi 436 ribu unit.

Dengan capaian tersebut, ia optimistis target penjualan domestik sebesar 850 ribu unit hingga akhir 2026 dapat tercapai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Indonesia sedang berpindah dari pasar menjadi basis produksi. Semester I tahun 2026 memberi kita bukti yang menggembirakan. Produksi kendaraan bermotor nasional mencapai 615 ribu unit atau tumbuh 11,3 persen," kata Agus di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, ICE BSD, Kamis (30/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski demikian, Agus menilai potensi pasar otomotif Indonesia masih sangat besar. Saat ini rasio kepemilikan mobil nasional baru sekitar 99 unit per 1.000 penduduk, jauh di bawah Thailand yang mencapai 275 unit dan Malaysia sekitar 490 unit per 1.000 penduduk.

Menurut dia, dengan jumlah penduduk sekitar 284 juta jiwa, kenaikan satu unit saja pada rasio kepemilikan mobil setara dengan tambahan permintaan sekitar 280 ribu kendaraan.

Karena itu, Agus menegaskan pertumbuhan permintaan kendaraan di dalam negeri harus dipenuhi melalui produksi nasional, bukan produk impor.

"Ruang tumbuh sebesar itu tidak boleh diisi oleh produk impor. Ruang itu harus diisi oleh produksi dalam negeri," ucapnya.

Selain pasar domestik, Agus juga menyoroti perubahan komposisi industri otomotif Indonesia yang semakin mengarah pada penguatan rantai pasok global. Ia menyebut ekspor kendaraan utuh atau completely built-up (CBU) naik 7,7 persen pada semester I 2026

Kemudian ekspor kendaraan dalam bentuk completely knocked down (CKD) melonjak 38 persen, sedangkan ekspor komponen tumbuh 46 persen. Di sisi lain, impor kendaraan utuh justru turun 49 persen.

Menurut Agus, empat indikator tersebut menunjukkan Indonesia mulai mengambil peran yang lebih besar dalam rantai nilai industri otomotif global.

"Indonesia tidak lagi sekadar mengekspor kendaraan. Kita telah mulai mengekspor kemampuan untuk membuat kendaraan," katanya.

(fea)


[Gambas:Video CNN]