Airlangga Kasih Sinyal Mobil Hybrid Tak Dapat Insentif
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan sinyal bahwa mobil hybrid kemungkinan tidak akan mendapatkan insentif tambahan dari pemerintah. Alasannya penjualan mobil hybrid saat ini tergolong stabil dan mengalami peningkatan.
Selain itu teknologi hybrid dinilai menjadi salah satu pilihan masyarakat di tengah keterbatasan infrastruktur kendaraan listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV).
Lihat Juga : |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang hybrid penjualannya naik karena dengan infrastruktur terbatas, teknologi ini jadi solusi bagi masyarakat sebelum masuk ke BEV (battery electric vehicle)," kata Airlangga ditemui di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, Jumat (7/8).
Meski penjualan hybrid meningkat, pemerintah menilai dukungan insentif untuk kendaraan jenis tersebut sudah diberikan secara penuh, terutama karena sejumlah model hybrid telah diproduksi di dalam negeri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), wholesales mobil hybrid Januari-Juni 2026 naik 47 persen menjadi 42.367 unit. Sedangkan PHEV tumbuh 187,4 persen menjadi 5.003 unit.
"Karena sudah jalan, insentifnya sudah full. Insentif itu diberikan untuk produksi nasional, dan ini produksinya sudah nasional," ujarnya.
Sebelumnya, Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan, menyampaikan bahwa pemerintah belum membahas pemberian insentif untuk kendaraan hibrida, termasuk HEV, PHEV, maupun REEV.
"Saya belum dengar rencana itu (hybrid diberikan insentif). Yang saya dengar baru untuk BEV (battery electric vehicle), baik yang menggunakan baterai berbasis nikel maupun lithium," kata Purbaya.
Lihat Juga : |
Berbeda dari mobil hibrida, pemerintah justru telah menyiapkan insentif untuk pembelian mobil listrik yang akan rilis dalam waktu dekat.
Dalam pernyataan terbaru, Purbaya mengatakan insentif anyar akan menyasar 500 ribu motor listrik dan juga 500 ribu mobil listrik. Total jumlah kendaraan menjadi 1 juta unit, ini jauh lebih besar dari yang diungkap pada Mei lalu.
Purbaya juga mengungkap ada sejumlah bentuk insentif yang disiapkan pemerintah di antaranya pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP).
(ryh/fea)[Gambas:Video CNN]

