Kronologi Xpander Ngekor di GT Banyumanik Hingga Tabrak Palang Tol
Pengemudi Mitsubishi Xpander menabrak palang Gerbang Tol (GT) Kalikangkung, Semarang, pada Sabtu (8/8) dini hari, setelah diduga berupaya melewati GT Banyumanik tanpa membayar dengan cara menempel mobil di depannya.
Detik-detik Xpander menghantam palang itu terekam dan beredar luas di media sosial lewat unggahan akun Instagram @portalsemarang. Dalam rekaman, terdengar pengemudi mobil yang mengejar Xpander berteriak "tabrak lari" ke arah petugas gerbang tol.
Lihat Juga : |
"Diduga tidak bayar tol dengan cara mengekor lalu menabrak mobil didepannya dan 2 petugas tol di Tol Banyumanik pada 8 Agustus 2026 01.40 WIB," tulis akun @portalsemarang, Sabtu (8/8).
"Korban mengejar pelaku sampai dengan gerbang tol kalikangkung, namun pelaku kembali nekat menabrak gerbang tol," lanjut akun tersebut.
Kronologi versi polisi
Petugas PJR 1B Ipda Joko Siswanto mengungkapkan insiden itu bermula di GT Banyumanik saat Xpander merapat ke Toyota Rush di depannnya.
"Jadi ada mobil Xpander berusaha untuk tidak tapping di Gerbang Banyumanik, dengan menempel mobil Rush," kata Joko dikutip detikJateng, Minggu (9/8).
Modus ngekor secara umum dipahami sebagai upaya menempel rapat kendaraan di depannya agar bisa keluar tol bareng tepat sebelum palang gerbang tol belum kembali menutup. Cara ini biasanya dilakukan agar kendaraan pengekor bisa ikut melintas tanpa membayar di gerbang tol.
Petugas gerbang dan petugas keamanan disebut sempat berusaha menghalau Xpander agar tetap membayar. Namun jarak yang terlalu rapat membuat kedua kendaraan bersenggolan ketika Rush memperlambat laju.
"Petugas tol mencoba menghalau mobil Xpander karena harusnya membayar tol dengan tapping. Terus mobil Rush mengurangi kecepatan, karena di belakang mepet, Xpander nabrak mobil Rush yang di depannya tadi," ujarnya.
Pengemudi Xpander memilih kabur usai senggolan tersebut. Pengemudi Rush lantas mengejarnya hingga GT Kalikangkung.
"Dikejar sampai Gerbang Kalikangkung, terus mobil Xpander itu nabrak palang yang ada di Gerbang Kalikangkung, terus mengarah ke barat," jelasnya.
Bantahan tabrak lari
Joko memastikan tidak ada korban dalam rangkaian insiden tersebut. Ia juga menyebut hanya dua kendaraan yang terlibat insiden.
"Nggak ada mobil lain. Hanya dua mobil itu saja," tuturnya.
Marketing Communication PT Transmarga Jateng Dian Saputra membantah ada tabrak lari maupun petugas yang menjadi korban, berbeda dengan klaim pada unggahan yang viral.
"Betul kejadian di Banyumanik tapi tidak ada tabrak lari, dan tidak ada korban dari petugas kami," ucapnya.
Lihat Juga : |
Belum ada penjelasan dari pengelola GT Kalikangkung mengenai kerusakan palang di gerbang tersebut, sementara identitas pengemudi Xpander dan status penanganan perkaranya juga belum disampaikan.
Dian menduga pengemudi Xpander sejak awal memang berniat menempel kendaraan di depannya untuk lolos dari kewajiban membayar tol.
"Nempel kendaraan depan untuk lolos sepertinya," katanya.
(fea)