Jaecoo J7 Kena Recall Lagi di Australia

CNN Indonesia
Senin, 10 Agu 2026 13:00 WIB
Uji irit maraton Jaecoo J7 SHS Jakarta hingga Bali pada 24-27 Februari 2025. Mobil PHEV ini bisa menempuh jarak maksimal 1.377,6 kilometer hanya menggunakan satu tangki berisi 60 liter Pertamax Turbo.
Chery Motor Australia menarik 171 Jaecoo J7 produksi 2025-2026 karena kabel di bawah jok depan berisiko rusak dan membuat mesin mati mendadak. (Jaecoo Indonesia)
Jakarta, CNN Indonesia --

Chery Motor Australia melakukan recall pada 171 unit Jaecoo J7 di Australia karena cacat produksi pada rangkaian kabel di bawah jok depan yang berpotensi membuat mesin mati mendadak saat kendaraan melaju.

Unit yang terdampak untuk tahun produksi 2025 sampai 2026. Surat pemberitahuan soal recall ini sudah diajukan ke Department of Infrastructure dan tercatat dengan nomor REC-006694.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena cacat produksi, wiring harness di bawah jok depan dapat bergesek dengan braket palang melintang jok depan dan menjadi rusak," bunyi surat recall tersebut, dikutip Drive, Minggu (9/8).

"Akibatnya, hal ini dapat menyebabkan hilangnya tenaga penggerak secara tiba-tiba dan/atau mesin mati tanpa peringatan," lanjut surat itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemilik unit terdampak disebut akan dihubungi Jaecoo secara tertulis, lalu diminta membuat janji temu dengan diler terdekat untuk pemeriksaan dan perbaikan tanpa biaya.

Pemilik juga bisa menghubungi tim customer experience Chery Motor Australia di nomor 1800 424 379 atau lewat surel [email protected].

Surat recall di Australia juga memuat peringatan soal risiko terburuk dari kegagalan tersebut.

"Hilangnya tenaga penggerak secara tiba-tiba dan/atau mesin mati saat berkendara dapat meningkatkan risiko kecelakaan, yang menyebabkan cedera atau kematian bagi penumpang kendaraan dan/atau pengguna jalan lain," bunyi surat itu.

Bukan yang pertama

Penarikan ini disebut sebagai recall kedua untuk J7 di Australia, menurut laporan CarExpert, Kamis (6/8).

Pada akhir Januari 2026, Omoda Jaecoo Australia lebih dulu menarik 1.028 unit J7 produksi 2025. Penarikan itu hanya menyasar varian bermesin bensin turbo 1,6 liter empat silinder, sedangkan varian plug-in hybrid SHS tidak terdampak.

Titik cacatnya berbeda dengan recall sekarang, meski gejala yang ditimbulkan serupa.

"Karena cacat produksi, wiring harness Electronic Control Unit (ECU) dapat bergesek dengan braket dudukan mesin dan menjadi rusak," bunyi surat recall Januari, dikutip CarExpert.

Masalah pada rangkaian kabel model ini juga muncul di pasar asalnya, China. Chery mengajukan rencana recall ke State Administration for Market Regulation China pada 23 Januari 2026 untuk 1.108 unit Chery Tansuo 06 dan Tiggo 7 1.6T produksi 1 April sampai 8 Desember 2025.

Tansuo 06 merupakan nama Jaecoo J7 di pasar China. Sebagian unit disebut dirakit tanpa pengencangan klip cabang wiring harness ECU secara benar, sehingga kabel bisa terkikis dan memicu mesin mati saat kendaraan berjalan, seperti dilaporkan CarNewsChina, Minggu (25/1).

Chery menjanjikan pemeriksaan gratis serta perbaikan atau penggantian komponen tanpa biaya bagi pemilik di China.

(fea)


[Gambas:Video CNN]