Punya Mobil di Singapura Makin Gila, Bukan Buat Kaum Mendang-mending

CNN Indonesia
Selasa, 11 Agu 2026 16:30 WIB
Cars pass along a road in Singapore on June 1, 2026. (Photo by Jam STA ROSA / AFP)
Sertifikat wajib untuk mendaftarkan satu mobil kecil di Singapura kini dihargai S$123.890 atau sekitar Rp1,72 miliar, belum termasuk harga mobilnya. (AFP/JAM STA ROSA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Biaya memiliki mobil di Singapura terus meroket sejak pandemi Covid-19. Sertifikat wajib untuk mendaftarkan satu mobil kecil di sana kini dihargai S$123.890 atau sekitar Rp1,72 miliar (kurs Rp13.919), ini belum termasuk harga mobilnya.

Biaya itu merupakan sertifikat untuk kuota Premium Kategori A seperti tertera pada lelang pertama Agustus 2026 yang ditutup Rabu (5/8), berdasarkan hasil Certificate of Entitlement (COE) Open Bidding Land Transport Authority (LTA) Singapura.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Naik empat kali lipat

Singapura melelang COE atau sertifikat hak kepemilikan kendaraan dalam jumlah tetap, dua kali sebulan. Satu sertifikat memberi hak memakai kendaraan selama 10 tahun, dan dipakai buat menahan populasi kendaraan di kisaran 1 juta unit untuk 6,1 juta penduduk Singapura.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Reuters, dikutip Rabu (8/7), menyebut harga sertifikat untuk kategori A atau kendaraan bermesin di bawah 1,6 liter sudah naik empat kali lipat dibanding level sebelum pandemi dan belum menunjukkan tanda mereda. Sistem lelang itu, disebut membuat Singapura jadi kota termahal di dunia untuk membeli mobil.

Jejaknya terbaca dari deret angka. Pada Oktober 2023, saat sertifikat untuk mobil berukuran lebih besar sudah melewati US$100.000 atau sekitar Rp1,78 miliar (kurs Rp17.822), sertifikat mobil kecil masih sekitar US$77.500 atau Rp1,38 miliar.

Namun pada lelang pertama di 2026 harganya menjadi S$102.009 atau sekitar Rp1,42 miliar, lalu menyentuh rekor S$129.000 atau sekitar Rp1,80 miliar pada Juli 2026.

Rekor itu dilaporkan Jalopnik, dikutip Senin (10/8), yang mencatat harga lelang Agustus sudah berada di bawah puncak tersebut.

Menteri Transportasi Jeffrey Siow menjawab pertanyaan parlemen pada Mei terkait hal ini, dia menyatakan permintaan tetap kuat karena harga mobil listrik kompetitif, sementara pasokan sertifikat kendaraan kecil di lelang justru menurun.

Lima kategori

LTA membagi kuota ke lima kategori. Kategori A berlaku untuk mobil non-listrik penuh bermesin sampai 1.600 cc dan bertenaga maksimum 97 kW (130 bhp), serta mobil listrik penuh dengan tenaga maksimum 110 kW (147 bhp).

Kategori B untuk mobil bermesin di atas 1.600 cc atau bertenaga di atas 97 kW, dan mobil listrik penuh di atas 110 kW, dihargai S$129.910 atau sekitar Rp1,81 miliar.

Kategori C untuk kendaraan barang dan bus S$91.545 atau sekitar Rp1,27 miliar, Kategori D untuk sepeda motor S$10.503 atau sekitar Rp146,2 juta, dan Kategori E yang terbuka untuk semua kendaraan kecuali sepeda motor S$131.000 atau sekitar Rp1,82 miliar.

Ambang tenaga itu berdampak sampai ke pabrik. Reuters menyebut banyak pabrikan sengaja memangkas tenaga mesin atau detune pada model populer khusus untuk pasar Singapura agar memenuhi syarat sertifikat yang lebih murah.

Harga

Biaya sertifikat yang tinggi membuat harga mobil meningkat. Misalnya, Toyota Corolla, sudah termasuk sertifikat, biaya registrasi, dan pajak, dipatok S$179.888 atau sekitar Rp2,50 miliar.

Honda Civic non-hybrid baru dijual S$211.899 atau sekitar Rp2,95 miliar, sedangkan Mercedes-Benz GLE dibanderol mulai S$572.888 atau sekitar Rp7,97 miliar.

Sebagai pembanding, pendapatan tahunan median rumah tangga Singapura berada di S$149.352 atau sekitar Rp2,08 miliar, sementara flat kecil bersubsidi pemerintah dijual mulai S$139.000 atau sekitar Rp1,93 miliar.

Meski begitu, peminatnya tidak surut. LTA menerima 1.522 penawaran Kategori A untuk kuota 1.226 unit, dengan 1.220 berhasil dan 302 gagal.

Selama kuota ditahan ketat dan permintaan tetap tinggi, harga sertifikat di Singapura sulit kembali ke level sebelum pandemi.

Konsekuensinya, mobil di sana bukan sekadar alat transportasi, melainkan aset bernilai miliaran rupiah yang masa pakainya dibatasi 10 tahun.

(fea)


[Gambas:Video CNN]