Farizon Cari Celah Suplai Van Listrik Buat MBG
Produsen kendaraan niaga listrik Farizon melihat peluang memasarkan van listrik V8E untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah berjalan di Indonesia.
V8E sendiri disiapkan untuk kebutuhan logistik dan pengiriman atau delivery. Karakter tersebut dinilai sejalan kebutuhan operasional distribusi makanan untuk program MBG milik Badan Gizi Nasional (MBG) .
"Masih mungkin (untuk kebutuhan MBG), MBG sebetulnya kan delivery," kata Christoforus Ronny, Director Arista Manufacturing Indonesia di pabrik Handal, Purwakarta, Kamis (13/8).
Meski demikian, Farizon mengaku belum menjalin kerja sama dengan pihak atau pengusaha yang terlibat dalam program MBG. Penjajakan tersebut belum dilakukan lantaran V8E baru memasuki tahap produksi pada bulan ini.
"Belum karena kita baru produksi bulan ini," ujarnya.
Peluang kendaraan niaga listrik masuk ke ekosistem MBG menjadi semakin terbuka seiring banyaknya produsen kendaraan komersial yang mulai melihat program tersebut sebagai salah satu ceruk pasar baru.
Sejumlah produsen yang kini banyak menerima order kendaraan niaga ringan untuk MBG di antaranya Daihatsu melalui Gran Max, sedangkan Suzuki dengan Carry.
Bagi Ronny langkah Farizon untuk menggarap pasar tersebut masih berada pada tahap awal. Selain baru memulai produksi, jaringan penjualan Farizon di Indonesia juga masih terbatas dan diproyeksi akan terus bertambah.
"Sekarang baru dua, satu Jakarta, satu Bandung," kata dia.
Lihat Juga : |
V8E merupakan van listrik yang memiliki dimensi panjang 5.395 mm, lebar 1.820 mm, tinggi 1.985 mm, serta jarak antara sumbu roda 3.600 mm. Total berat model ini saat beroperasi penuh mencapai 3.500 kg.
Van ini mengusung baterai lithium iron phosphate berkapasitas 65 kWh. Motor listriknya mampu menghasilkan daya puncak 110 kW dan torsi 220 Nm.
Jarak tempuh maksimum Farizon V8E ini mencapai 310 km dalam kondisi beban maksimal. Oleh Farizon, van tanpa emisi ini dibanderol Rp425 juta.
(ryh/fea)