Spesifikasi Motor Listrik Nasional Cakra NX1, Segini Jarak Tempuhnya
Motor listrik nasional Cakra NX1 untuk pertama kalinya dikenalkan oleh Presiden Prabowo Subianto pekan lalu. Motor itu diduga kesamaan dengan Alva N3, dan lokasi produksi NX1 juga di fasilitas produksi ALVA (PT Ilectra Motor Group) di Cikarang, Jawa Barat.
Kemiripan mulai terlihat dari bagian depan hingga sisi samping motor.
Alva N3 sendiri merupakan motor listrik yang dilengkapi sejumlah fitur untuk menunjang penggunaan harian. Salah satunya port USB yang dapat digunakan untuk mengisi daya smartphone.
Motor tersebut juga dibekali fitur Boost Charge yang memungkinkan proses pengisian baterai dilakukan lebih cepat.
Dengan daya pengisian 840 watt, baterai Alva N3 membutuhkan waktu sekitar empat jam untuk terisi. Sementara jika menggunakan daya 500 watt, waktu pengisian mencapai kurang lebih tujuh jam.
Fitur Boost Charge juga memungkinkan pengisian baterai dari 10 persen hingga 50 persen dalam waktu kurang dari 30 menit. Namun, pengisian cepat tersebut hanya dapat dilakukan melalui Alva Charging Station yang telah disediakan.
Dari sisi performa, Alva N3 mampu melaju dengan kecepatan maksimum 80 kilometer per jam. Motor tersebut juga dapat menggunakan dua baterai yang membuat jarak tempuhnya mencapai hingga 140 kilometer.
Selain fitur pengisian cepat, N3 dilengkapi sejumlah fitur standar lainnya. Di antaranya panel instrumen digital, Alva Intelligent Charging System (AICS), bagasi dan kompartemen yang lega, serta teknologi anti-banjir.
Sejauh ini belum diketahui lebih lanjut apakah produk Cakra akan menjadi model rebadge dari motor listrik Alva atau tidak.
Pemerintah mendorong pengembangan Molinas menggunakan baterai berbasis nikel untuk memperkuat rantai produksi di dalam negeri.
CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani menyebut Indonesia menguasai 46 persen cadangan nikel dunia serta memiliki teknologi dan kemampuan untuk membangun rantai produksi baterai sendiri.
"Terutama kita lihat baterai untuk listrik nasional ini kita akan dorong secara penuh untuk menggunakan nickel based. Karena nikel kita ketahui bersama 46 persen reserve nikel di dunia itu ada di Indonesia," kata Rosan, Kamis (13/8).
(ryh/mik)