Orang Kaya AS Berani Beli Mobil Listrik Ferrari Senilai Rp700 Miliar

CNN Indonesia
Selasa, 18 Agu 2026 13:18 WIB
Unit pertama Ferrari Luce EV terjual senilai US$400 juta atau Rp714 miliar dalam lelang amal di Monterey Car Week, California, Amerika Serikat.
Ilustrasi. Unit pertama Ferrari Luce EV terjual pada Herbert A. Wertheim, orang kaya Amerika Serikat yang juga pendiri Brain Power Inc.,. REUTERS/Claudia Greco
Jakarta, CNN Indonesia --

Unit pertama Ferrari Luce EV terjual senilai US$400 juta atau Rp714 miliar dalam lelang amal di Monterey Car Week, California, Amerika Serikat.

Melansir Reuters, Selasa (18/8), unit khusus berkode "Chassis 0" yang dibuat oleh divisi Tailor Made dan pusat desain Ferrari ini dibeli oleh investor asal Amerika Serikat, Herbert A. Wertheim, pendiri Brain Power Inc.,.

Wertheim sebelumnya juga memenangi Lelang Ferrari Daytona SP3 seharga US$26 juta pada tahun lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pihak RM Sotheby's yang bekerja sama dalam lelang menyebutkan bahwa unit kustom ini memiliki keunikan khusus, termasuk balutan warna semi-gloss serta komponen khusus yang tidak bisa ditemukan pada unit Luce EV produksi massal. Penjualan ini memecahkan rekor dunia sebagai mobil baru termahal yang pernah terjual di meja lelang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ferrari menyatakan bahwa seluruh hasil penjualan akan disalurkan melalui Ferrari Foundation untuk mendukung berbagai proyek Pendidikan bagi generasi muda di Amerika Serikat dan negara lainnya.

Saat pertama kali diperkenalkan pada Mei lalu dengan harga dasar 550.000 euro (sekitar US$638.400), mobil listrik berkapasitas lima penumpang dan empat pintu menuai reaksi dingin serta kritik tajam dari para penggemar setia Ferrari.

Gaya desain yang tidak biasa serta langka meninggalkan tradisi mesin bensin memicu perdebatan sengit di media sosial dan kalangan penggemar otomotif.

Analis menilai penurunan respons pasar saat itu dipicu gabungan kritik desain dan dinamika saham Ferrari yang sempat naik tinggi menjelang peluncuran. Langkah Ferrari menghadirkan mobil listrik penuh juga terbilang berani, mengingat pesaing seperti Porsche dan Lamborghini justru mulai mengurangi rencana peluncuran mobil listrik akibat melemahnya permintaan pasar global.

Lebih lanjut, manajemen Ferrari tetap optimistis dengan strategi mereka. CEO Ferrari, Benedetto Vigna, menegaskan bahwa perusahaan menghormati berbagai kebutuhan dan keinginan konsumen yang berbeda.

Ia meyakini konsumen setia akan tertarik pada Luce, sekaligus membuka pintu bagi pembeli baru melalui model listrik penuh ini. Perusahaan juga menyatakan sangat puas dengan pemesanan Luce meski tidak menyebutkan angka pastinya.

Sikap optimistis tersebut mulai terbukti. Bulan lalu, Ferrari melaporkan hasil kinerja kuartal kedua yang melampaui ekspektasi Wall Street dan menaikkan proyeksi kinerja untuk keseluruhan tahun ini. Peningkatan ini didorong oleh tingginya permintaan penyesuaian dari para konsumen berkocek tebal.

Di Bursa Efek Milan, saham Ferrari tercatat telah naik hampir 12 persen sepanjang tahun ini.

(hjn/mik)
placeholder