Menperin Klaim Insentif Motor Listrik Rp5 Juta Tunggu Aturan Kemenkeu

CNN Indonesia
Selasa, 18 Agu 2026 16:30 WIB
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan pelaksanaan program insentif motor listrik baru Rp5 juta saat ini menunggu PPMK dari Kementerian Keuangan.
Ilustrasi. Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan pelaksanaan program insentif motor listrik baru Rp5 juta saat ini menunggu PPMK dari Kementerian Keuangan. CNN Indonesia/Tunggul
Jakarta, CNN Indonesia --

Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan bahwa pelaksanaan program insentif untuk motor listrik baru sebesar Rp5 juta saat ini sepenuhnya menunggu Peraturan Menteri Keuangan (PMK) dari Kementerian Keuangan.

Agus Gumiwang memastikan bahwa kementeriannya yang mengurusi teknis di lapangan sudah siap menjalankan program ini segera setelah aturan dari Kementerian Keuangan terbit.

"Kita tunggu ininya ya, PMK-nya ya. Tunggu PMK-nya," ujar Agus di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menegaskan bahwa jadwal pasti pelaksanaan program ini belum bisa ditentukan karena sangat bergantung pada penerbitan aturan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita udah siap, Kementerian Perindustrian sebagai kementerian teknis udah siap. Kita tunggu PMK-nya aja.OncePMK-nya selesai, baru kita sesuaikan," ungkapnya.

Mengenai daftar merek motor listrik yang berhak menerima bantuan, Agus menjelaskan bahwa pembahasannya dilakukan bersama oleh Kementerian Perindustrian, Danantara Indonesia, dan Kementerian Keuangan.

"Bersama-sama, ada tim. Antara kami, dengan Danantara, dengan Menteri Keuangan juga," imbuh Agus.

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pemerintah masih mematangkan skema insentif motor listrik dan telah menyiapkan anggarannya.

"Skemanya sedang dimatangkan, tapi kan tadi Pak Presiden sudah menyetujui. Anggarannya sebetulnya sudah ada," ujar Airlangga ketika dijumpai setelah Konferensi Pers Nota Keuangan dan RAPBN Tahun Anggaran 2027 yang digelar di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak Jakarta, Jumat.

Airlangga menyampaikan insentif motor listrik tersebut nantinya akan selaras dengan ekosistem motor listrik yang sudah disiapkan. Yang pertama-tama, kata Airlangga, tentu akan dilihat dari baterainya.

"Untuk produknya, salah satunya Alva, salah duanya Gesits," kata Airlangga.

Rencana bantuan ini berawal dari usulan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa pada April 2026 agar program dapat berjalan tahun ini secara bertahap, dengan target awal sekitar 6 juta unit motor.

Saat ini, skema bantuan masih dikaji lebih lanjut bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang. Rencana awal bantuan sebesar Rp5 juta per unit masih bisa berubah hingga aturan resminya benar-benar selesai disusun mengutip situs Antara, Selasa (18/8).

(hjn/mik)
placeholder