Tak Semua Motor Listrik Bisa Jadi Molinas, Ini Syaratnya

CNN Indonesia
Senin, 24 Agu 2026 08:59 WIB
Calon pembeli mengamati motor listrik Gesits Raya di tempat penjualan dan servis resmi di kawasan The Hive, Jakarta, Sabtu, 11 Maret 2023. Pemerintah memutuskan segera menggulirkan insentif untuk kepemilikan sepeda motor listrik bagi para pelaku usah
Motor listrik disebut Molinas bila TKDN di atas 60 persen, desain dan rekayasa lokal, baterai berbasis nikel, serta harga terjangkau. (CNNIndonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tidak semua motor listrik yang diproduksi di Indonesia bisa masuk kategori Motor Listrik Nasional atau Molinas. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menetapkan empat syarat yang wajib dipenuhi sekaligus oleh motor yang ingin menyandang label tersebut.

Syarat pertama, tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di atas 60 persen yang mencakup komponen utama seperti powertrain, frame atau struktur, serta plastik dan body panel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kedua, desain dan rekayasa dikembangkan di dalam negeri. Ketiga, memakai baterai berbasis nikel untuk mendukung hilirisasi nasional. Keempat, harga terjangkau sesuai kebutuhan pasar domestik.

Fokus utama Molinas disebut bukan sekadar menjual unit, melainkan membangun kemampuan desain, engineering, manufaktur, teknologi, serta rantai pasok dalam negeri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ruang pasar

Dari sisi pasar, peluangnya masih sangat lebar. Populasi motor konvensional di Indonesia sudah mencapai 145,25 juta unit, sementara motor listrik baru terisi 229.554 unit hingga Desember 2025. Kemenko Perekonomian memperkirakan permintaan bakal melompat dalam dua tahun ke depan.

"Total permintaan motor listrik 2028 diperkirakan mencapai 1,5 juta unit," ucap Asisten Deputi Pengembangan Industri Kemenko Perekonomian Atong Soekirman di Jakarta, dikutip Antara, Kamis (20/8).

Angka itu jauh melampaui rencana kapasitas produksi Molinas yang ditargetkan 100 ribu unit per tahun.

Sejauh ini ada dua merek dalam negeri yang menjadi bagian dari program Molinas, yaitu Alva dan Gesits. Skema pembiayaan keduanya masih dirampungkan untuk menekan harga jual sebelum resmi dilepas ke pasar.

Atong sebelumnya memaparkan Molinas diproyeksikan menghemat subsidi BBM sebesar Rp82,2 triliun sepanjang 2027 hingga 2037, dengan asumsi 11 juta unit beroperasi pada 2037.

Ekosistem program ini juga diperkirakan memberi nilai ekonomi hingga Rp150 triliun sepanjang 2026 sampai 2031, serta menciptakan sekitar 215 ribu lapangan kerja di sektor manufaktur, komponen, baterai, dan infrastruktur pengisian daya.

Neraca perdagangan disebut ikut menguat lewat substitusi impor minyak senilai Rp45 triliun.

Molinas beserta ekosistem pendukungnya diresmikan Presiden Prabowo Subianto di fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group (ALVA), Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8).

"Bismillahirrahmanirrahim, pada siang hari ini, Kamis tanggal 13 Agustus 2026, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar. Secara resmi saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, luncurkan motor listrik nasional beserta ekosistem pendukung," kata Prabowo saat peresmian.

(fea)
placeholder