Bahaya Nyetir Saat Mabuk, Berkaca Kecelakaan Outlander di Surabaya

CNN Indonesia
Rabu, 26 Agu 2026 14:15 WIB
Mengemudi dalam kondisi mabuk disebut sama saja dengan berhalusinasi oleh pakar keselamatan berkendara. (Istockphoto/Daviles)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mengemudi dengan berada di bawah pengaruh minuman keras tak hanya membahayakan diri sendiri, melainkan juga orang lain. Contoh fatalnya bisa dilihat langsung pada kasus kecelakaan beruntun yang melibatkan pengemudi Outlander maut di Surabaya, Jawa Timur hingga menewaskan satu orang.

Praktisi keselamatan berkendara Sony Susmana dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) pernah mengatakan mengemudi saat mabuk sama saja mengendarai mobil tapi berhalusinasi.

"Ya bisa kita bayangin menyetir, tapi berhalusinasi," kata Sony.

Saat di bawah pengaruh minuman keras, atau obat terlarang lainnya, menurut Sony kesadaran seseorang tidak maksimal untuk mengendalikan kendaraan secara aman.

Pengemudi bisa tidak mengetahui arah, tak mengetahui rambu, lambat bereaksi, hingga mengalami penurunan kemampuan indera penglihatan.

"Maka yang seperti itu tidak bisa dibiarkan berkendara karena beresiko kecelakaan," kata dia.

Ia mengatakan mengemudi harus fokus terhadap apa yang ada di sekitar kendaraan, sebab dampaknya tidak hanya diri sendiri, tapi juga berisiko terhadap pengguna jalan lainnya.

"Jadi pastikan selalu kalau mengemudi fokus dan sadar tentang keselamatan," ujar Sony.

Lebih rinci, efek negatif mabuk saat berkendara yakni menurunkan fungsi susunan saraf pusat sehingga mempengaruhi kemampuan otak untuk fokus dan membuat keputusan dengan cepat.

Pengemudi yang berada di bawah pengaruh minuman keras sering tidak waspada, sehingga tidak menyadari seberapa cepat kendaraannya melaju. Selain itu efek minuman keras membuat pengguna kendaraan lupa dengan alat pengaman, seperti memasang sabuk pengaman atau menggunakan helm.

Penurunan ketajaman visual akibat zat alkohol juga meningkatkan risiko kecelakaan. Masih ada lagi efek mabuk yaitu mengantuk.

Mengantuk akan membuat Anda menjadi kurang fokus saat berkendara dan berpotensi menyebabkan terjadinya kecelakaan.

Oleh sebab itu tidak ada takaran alkohol yang pas atau boleh dikonsumsi jika setelahnya ingin berkendara.

Kronologi kejadian

Sebelumnya kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Taman Apsari dan Gubernur Suryo, Surabaya pada Minggu (23/8) dini hari. Insiden melibatkan perempuan mabuk sebagai pengemudi Mitsubishi Outlander hingga menyebabkan satu orang tewas.

Kecelakaan juga melibatkan taksi listrik VinFast, dan Mitsubishi L300. Sedangkan korban tewas adalah RPK (25) yang merupakan pengemudi pikap L300.

Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Galih Bayu Raditya mengatakan kecelakaan terjadi sekitar pukul 03.30 WIB.

Peristiwa bermula saat Outlander bernopol L 1049 OO yang dikemudikan ENR (32) melaju dari arah selatan ke utara di Jalan Taman Apsari. ENR sendiri mengemudikan Outlander tanpa SIM dan STNK.

Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Galih Bayu Raditya mengatakan ENR kemudian melanjutkan perjalanan menuju Jalan Gubernur Suryo. Sesampainya di sekitar depan Alun-Alun Surabaya, kendaraan kembali terlibat kecelakaan.

"Di samping Alun-alun Surabaya, kendaraan tersebut menabrak korban RPK yang sedang menaikkan barang ke pikap miliknya yang sedang parkir," kata Galih.

Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, ENR sempat marah-marah dan beradu mulut dengan warga usai kecelakaan. Kondisi itu kemudian menjadi perhatian setelah video tersebar luas di media sosial.

Tak lama setelah kecelakaan, polisi segera menetapkan ENR sebagai tersangka.

ENR sendiri telah mengakui perbuatannya. Di depan penyidik dan awak media, ENR mengaku baru pulang dari pesta di tempat hiburan saat kejadian berlangsung. Di pesta tersebut dia meminum minuman alkohol dalam jumlah banyak.

"Dari tempat pesta. Dari arah sekitaran situ. [Minum] miras alkohol tujuh gelasan, seperempat-seperempat," ujar ENR di Kantor Satlantas Polrestabes Surabaya, Senin (24/8).

ENR juga mengaku datang dan pulang dari lokasi pesta sendiri, tanpa didampingi siapapun. Ia nekat mengemudikan mobil pribadi karena tak sadar dalam kondisi mabuk.

"Berangkat sendiri, pulang nyetir sendiri. Saya sendiri juga enggak sadar kalau saya mabuk. Namanya orang mabuk saya enggak sadar," kata ENR.

(ryh/fea)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK