Pembatasan Jam Beli Pertalite di Balikpapan, Begini Kata Pertamina

CNN Indonesia
Jumat, 28 Agu 2026 14:16 WIB
Warga mengisi BBM jenis Pertamax di SPBU kawasan MT Haryono, Jakarta, Selasa, 3 Januari 2023. PT Pertamina (Persero) menurunkan harga BBM jenis Pertamax dari Rp13.900 per liter menjadi Rp12.800. Penurunan harga berlaku mulai Selasa (3/1) pukul 14.00
Di Balikpapan, SPBU khusus cuma melayani pengguna motor dan mobil di jam-jam tertentu saja. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Pertamina Patra Niaga angkat bicara mengenai pengaturan waktu pembelian BBM subsidi Pertalite yang berlaku di Balikpapan, Kalimantan Timur, oleh pemerintah setempat. Menurut perusahaan ini menjadi upaya agar penyaluran subsidi menjadi lebih tepat sasaran.

Perseroan pun menyiapkan sejumlah langkah operasional menyusul pengaturan yang akan dimulai 1 September 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pengaturan ini merupakan bagian dari upaya bersama agar penyaluran BBM bersubsidi semakin tertib dan tepat sasaran. Kami mengharapkan dukungan masyarakat untuk mengikuti jadwal pelayanan dan arahan petugas di lapangan," kata Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Edi Mangun dikutip Jumat (28/8).

Ia bilang pengaturan dilakukan setelah melalui proses koordinasi pemerintah daerah dan perusahaan. Kata dia kini Pertamina melakukan penyesuaian waktu pelayanan Pertalite di sejumlah SPBU, yakni M.T. Haryono, Sepinggan, dan Gunung Guntur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di SPBU M.T. Haryono dan Sepinggan, pelayanan kendaraan roda dua untuk Pertalite berlangsung pukul 06.00-22.00 WITA. Sementara kendaraan roda empat dilayani pukul 22.00-06.00 WITA.

Adapun SPBU Gunung Guntur melayani kendaraan roda empat pada pukul 08.00-22.00 WITA. Sementara SPBU lainnya yang tidak masuk dalam pengaturan khusus tetap beroperasi seperti biasa.

Ia menyebut pengaturan waktu pelayanan tersebut ditujukan untuk mengurangi kepadatan kendaraan pada jam operasional warung, toko, dan pelaku UMKM di sekitar SPBU.

Untuk pelayanan Biosolar, SPBU Kilometer 13 dan Kilometer 15 akan beroperasi selama 24 jam dengan pengaturan berdasarkan jenis kendaraan, nomor polisi ganjil-genap, serta periode pengisian ulang selama 48 jam.

Sementara itu, Bus Bacitra dan Bus Antarmoda Balikpapan-IKN dilayani di SPBU Kariangau pada pukul 22.00-24.00 WITA.

Edi memastikan akan terus memperkuat pelayanan sekaligus memperluas titik penyaluran BBM bersubsidi, khususnya Pertalite.

"Pertamina berkomitmen memastikan pelayanan BBM bersubsidi tetap berjalan lancar dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Melalui penguatan pelayanan dan perluasan titik penyaluran, kami berharap kepadatan kendaraan dapat terbagi sehingga pelayanan di SPBU semakin tertib dan nyaman," katanya.

5 titik penyaluran baru

Pertamina juga menyiapkan lima titik penyaluran tambahan yang diprioritaskan bagi kendaraan roda dua.
Kelima SPBU tersebut yakni SPBU 64.761.24 Teritip, SPBU 64.761.18 Batakan, SPBU 63.761.01 Grand City, SPBU 64.761.09 Gunung Bahagia, dan SPBU 64.761.05 Kebun Sayur.

Kata dia penambahan titik tersebut diharapkan dapat mendekatkan akses Pertalite kepada masyarakat sekaligus membagi kepadatan antrean agar tidak terpusat di SPBU tertentu.

Pertamina juga memperkuat kesiapan operasional melalui penguatan stok, pengaturan pengiriman, penyiagaan mobil tangki cadangan, evaluasi pelayanan SPBU, hingga optimalisasi petugas pengatur antrean.

Koordinasi dengan Pemerintah Kota Balikpapan, BPH Migas, aparat penegak hukum, dan pengelola SPBU juga terus dilakukan.

Ia pun mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan serta mengikuti jadwal dan arahan petugas di lapangan. Masyarakat dapat memperoleh informasi lebih lanjut melalui Pertamina Customer Solutions 135 yang beroperasi selama 24 jam.

(ryh/fea)
placeholder