Jaecoo Klarifikasi Kasus Viral Konsumen J5 Diminta Ganti Baterai

CNN Indonesia
Jumat, 28 Agu 2026 16:30 WIB
Jaecoo J5
Menurut Jaecoo Indonesia J5 milik konsumen sudah dilakukan penggantian baterai melalui klaim asuransi. (CNNIndonesia/Febri Ardani)
Jakarta, CNN Indonesia --

Jaecoo Indonesia buka suara mengenai kasus pelanggan J5 EV yang diminta ganti baterai setelah pipa pendingin rusak.

Menurut perusahaan pernyataan ini sekaligus
menindaklanjuti pernyataan sebelumnya terkait kasus J5 EV yang sempat viral di media sosial. Terlebih pelanggan masih memiliki pertanyaan dan kekhawatiran mengenai proses penanganan kasus ini.

Pengguna Jaecoo J5 EV sebelumnya menceritakan permasalahan pada mobilnya usai mengeluarkan bunyi dan muncul indikator kura-kura saat dibawa menuju Semarang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pelanggan lalu diinformasikan ada komponen yang rusak. Selain itu ia sempat diminta mengganti baterai dengan harga nyaris Rp200 juta.

"Kami ingin melengkapi informasi tersebut untuk memberikan kejelasan mengenai proses yang telah dilakukan secara menyeluruh," tulis Jaecoo dalam keterangan tertulis dikutip Jumat (28/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perusahaan mengurai kasus ini bermula pada 22 Juli 2026 saat indikator turtle mode muncul pada J5 EV milik pelanggan. Lalu satu hari setelahnya, pelanggan membawa kendaraannya ke Dealer Jaecoo Semarang untuk dilakukan pemeriksaan.

Teknisi dealer kemudian melakukan inspeksi dan menjelaskan kondisi kendaraan kepada pelanggan, termasuk menunjukkan battery protective cover dan area kerusakan yang ditemukan.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan teknis, kerusakan pada pipa pendingin (cooling pipe) menyebabkan kebocoran coolant pada sistem pendingin baterai. Komponen pipa dan konektornya terintegrasi di dalam battery pack dengan tingkat integrasi yang tinggi. Oleh karena itu, penggantian pipa secara individual memerlukan pembukaan battery pack, yang dapat menimbulkan risiko terhadap integritas sistem baterai," kata Jaecoo.

Dengan mempertimbangkan hal tersebut, Jaecoo menyebut penggantian battery pack assembly direkomendasikan sebagai langkah perbaikan yang tepat sesuai prosedur perbaikan.

Untuk memastikan komunikasi dan koordinasi dengan pelanggan berjalan secara efektif, Dealer Jaecoo Semarang lalu membuat grup komunikasi melalui WhatsApp yang melibatkan pelanggan serta pihak terkait untuk memudahkan penyampaian informasi mengenai proses penanganan kendaraan.

Pada hari yang sama, Dealer Jaecoo Semarang juga berkoordinasi dengan perusahaan asuransi untuk melakukan proses klaim dan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kendaraan pelanggan, yang kemudian dijadwalkan pada 25 Juli 2026.

"Setelah melalui pemeriksaan oleh pihak asuransi, kerusakan pada kendaraan diketahui berkaitan dengan kejadian benturan yang terjadi sebelumnya. Kemudian pelanggan menyetujui proses penggantian battery pack assembly melalui mekanisme klaim asuransi sehingga pelanggan tidak dibebankan biaya apa pun," katanya.

"Surat perintah kerja (SPK) dari asuransi kemudian terbit pada tanggal 5 Agustus. Kami juga ingin menyampaikan bahwa proses perbaikan kendaraan telah selesai pada 18 Agustus 2026. Kendaraan telah diserahterimakan kembali kepada pelanggan pada 19 Agustus 2026 setelah dilakukan road test dan ditandai dengan penandatanganan dokumen perbaikan kendaraan, tanda terima serah terima kendaraan, surat puas dari asuransi," tulis Jaecoo lagi.

Terkait dengan penambahan cover pada bagian bawah kendaraan, perusahaan mengklarifikasi bahwa hal tersebut tidak secara otomatis membatalkan garansi baterai.

Garansi baterai tetap berlaku sesuai dengan ketentuan dan cakupan garansi yang berlaku, khususnya untuk permasalahan atau kerusakan yang berasal dari komponen baterai itu sendiri.

"Namun, setiap penambahan atau modifikasi pada kendaraan tetap perlu mempertimbangkan aspek teknis dan keselamatan kendaraan," katanya.

(ryh/fea)
placeholder