Hyundai Panas, Janji Luncurkan 100 Model Baru Hingga 2030

CNN Indonesia
Jumat, 28 Agu 2026 20:30 WIB
NEW YORK, NY - MARCH 28: The Hyundai logo is displayed at the New York International Auto Show, March 28, 2018 at the Jacob K. Javits Convention Center in New York City. SUVs and crossovers are expected to capture most of the attention at this year's
Hyundai menjanjikan 100 model baru untuk pasar global hingga 2030, fokus utamanya adalah di Amerika Utara, Korea Selatan dan Eropa. (Drew Angerer/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Hyundai Motor Company mengumumkan ekspansi lini produk secara besar-besaran melalui acara CEO Investor Day 2026. Pabrikan asal Korea Selatan tersebut bersiap meluncurkan serta memperbarui lebih dari 100 model kendaraan di pasar global hingga 2030 mendatang, demi mendongkrak profitabilitas sekaligus mengejar target penjualan 5,55 juta unit.

Gelombang peluncuran 100 model baru ini disesuaikan dengan kebutuhan di tiap kawasan utama. Wilayah Amerika Utara menjadi pasar terbesar yang menerima 58 model, disusul Korea Selatan dengan 49, Eropa 41, India 26, serta China sebanyak 22 model.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beberapa produk baru yang dijadwalkan meluncur dalam waktu dekat antara lain Elantra generasi paling baru, Ioniq 3 terbaru, Tucson beserta varian Tucson Hybrid, hingga model SUV segmen A listrik di India dan segmen B untuk pasar global.

Lini baru baru ini juga mencakup penetrasi ke segmen body-on-frame seperti pikap ukuran menengah dan Light Commercial Vehicle.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

100 model ini turut menghadirkan inovasi Extended-Range Electric Vehicle (EREV) perdana, yang debut lewat Santa Fe EREV pada awal 2027 dengan jarak jangkauan melebihi 965 km. Selain itu, lini kendaraan performa tinggi N ditargetkan menyumbang penjualan 100 ribu unit per tahun.

Presiden dan CEO Hyundai Motor Company Jose Munoz, menyampaikan langkah berani meluncurkan ratusan model ini didukung fondasi finansial perusahaan yang solid.

"Pondasi kami tidak pernah sekuat ini," katanya, dikutip dari siaran resmi Hyundai, Kamis (27/8).

"Kami menghadirkan lebih dari 100 model baru ke pasar hingga 2030 dengan beragam pilihan sistem penggerak serta menaikkan margin operasional di atas 9 persen. Kami memanfaatkan kemitraan untuk memperluas teknologi dan peluang baru, serta bertransformasi menjadi perusahaan AI fisik yang akan memproduksi dan merilis robot serta taksi otonom," kata Munoz.

Guna menopang hadirnya 100 model baru tersebut di seluruh dunia, Hyundai juga menambah kapasitas manufaktur global hingga 1,27 juta unit.

Penambahan ini dialokasikan untuk pembangunan pabrik EV di Ulsan, serta pemenuhan kapasitas produksi lokal di Amerika Utara, India, dan fasilitas penyeleksian komponen (Completely Knocked Down/CKD).

(hjn/fea)
placeholder