Toyota-Honda Bisa Tutup Pabrik di Kanada Imbas Tarif Jumbo Trump

CNN Indonesia
Senin, 31 Agu 2026 21:00 WIB
The Toyota logo is displayed beside a pick-up truck on display at a Toyota showroom in Tokyo on February 4, 2016.          AFP PHOTO / TOSHIFUMI KITAMURA (Photo by TOSHIFUMI KITAMURA / AFP)
Rencana Trump menaikkan tarif mobil Kanada jadi 50 persen mengancam Toyota dan Honda, yang menguasai lebih dari tiga perempat produksi mobil di Kanada. (AFP/TOSHIFUMI KITAMURA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Toyota dan Honda berpotensi jadi pihak yang paling terpukul rencana kenaikan tarif impor mobil Kanada ke Amerika Serikat (AS) yang diusulkan Presiden Donald Trump.

Dua pabrikan Jepang itu menguasai lebih dari tiga perempat produksi mobil di Kanada. Keduanya bisa terpaksa menutup sejumlah lini perakitan di Kanada jika tarif berlaku mulai 1 Januari 2027, sesuai usulan Trump yang menggandakan tarif dari 25 persen menjadi 50 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip Reuters, Senin (31/8), analis Barclays mencatat mobil buatan Kanada menyumbang hampir seperempat penjualan Honda di AS dan 17 persen penjualan Toyota tahun lalu, porsi terbesar di antara pabrikan besar. Kondisi ini membuat keduanya berpotensi paling terdampak dari rencana penggandaan tarif tersebut.

"Kalau Anda benar-benar ingin menghancurkan industri otomotif Kanada, tarif ini bisa melakukannya," kata Julie Boote, analis otomotif di Pelham Smithers Associates di London.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kedua perusahaan, menurutnya, kemungkinan harus menutup sejumlah lini perakitan di Kanada. Toyota dan Honda menolak berkomentar soal rencana tarif ini.

Jadwal penerapan kebijakan ini dinilai bisa memperburuk situasi karena pabrikan Jepang tengah tertekan gempuran mobil listrik murah asal China seperti BYD di Asia Tenggara, Eropa, dan Amerika Latin. Pasar AS jadi makin krusial karena BYD dan pesaing China lain tak diizinkan masuk ke sana.

Industri otomotif Kanada memproduksi sekitar 1,2 juta mobil per tahun dan menopang sekitar 427.000 lapangan kerja secara tidak langsung.

Toyota mengekspor RAV4 dari Kanada ke AS, sementara Honda mengekspor CR-V, keduanya termasuk SUV terlaris di pasar Amerika.

Toyota alihkan investasi

Toyota tengah memperkuat produksi di AS lewat investasi hingga US$10 miliar atau sekitar Rp177 triliun dalam lima tahun (kurs Rp17.703), termasuk pabrik baru senilai US$3,6 miliar atau sekitar Rp63,7 triliun di Texas. Produksi pikap Tacoma akan dipindahkan dari pabrik Baja California, Meksiko, ke pabrik baru tersebut.

Di luar rencana tarif Kanada ini, tarif AS secara umum sudah menelan biaya Toyota sebesar US$8,8 miliar atau sekitar Rp155,8 triliun pada tahun fiskal lalu.

Honda dan USMCA

Sementara bisnis mobil Honda sedang merugi dan tengah diperbaiki, sehingga tarif ini bakal menambah tekanan. Seorang eksekutif senior Honda mengatakan perusahaan mungkin tak jadi membangun pabrik perakitan kedelapan di Amerika Utara kecuali perundingan United States-Mexico-Canada Agreement (USMCA) diperpanjang.

USMCA yang merupakan revisi dari North American Free Trade Agreement (NAFTA) 1994 itu sudah berjalan enam tahun. Trump memilih pada 1 Juli 2026 untuk tidak memperbarui perjanjian itu, membuatnya tunduk pada tinjauan tahunan meski perundingan terus berlanjut.

Hyundai dari Korea Selatan tahun lalu juga menyebut ketidakpastian USMCA menunda keputusan investasinya.

Cari pasokan pengganti

Jika tarif benar-benar berlaku, Toyota dan Honda diperkirakan mengalihkan mobil buatan Kanada ke pasar lain, lalu mencari cara menutup pasokan untuk pasar AS.

Langkah ini tak mudah karena mobil untuk pasar AS biasanya disesuaikan dengan regulasi setempat, sementara pabrik di negara lain kemungkinan sudah mendekati kapasitas penuh.

"Ini akan jadi pergeseran besar dari kondisi sebelumnya," kata Seiji Sugiura, analis senior di Tokai Tokyo Intelligence Laboratory.

Dua pemasok asal Jepang mengaku belum tahu harus berbuat apa, karena masih belum pasti apakah tarif ini akan benar-benar diberlakukan.

"Kami berusaha untuk tidak bereaksi berlebihan," kata salah satu eksekutif pemasok tersebut.

(fea)
placeholder