Alasan Kenapa Posisi Setir Harus Lurus Saat Parkir Mobil
Memarkir mobil kerap dianggap sebagai aktivitas sepele. Padahal, kebiasaan meninggalkan setir dalam posisi berbelok usai parkir dapat menurunkan usia komponen.
Membiasakan roda berada dalam posisi lurus sebelum mematikan mesin menjadi langkah sederhana untuk menjaga performa mobil tetap optimal.
Berikut adalah deretan alasan utama mengapa setir mobil sebaiknya diposisikan lurus saat parkir:
1. Meringankan beban sistem kemudi
Saat roda berbelok, komponen kemudi terus menahan beban meski mesin mati. Memposisikan setir tetap lurus membantu menyalurkan beban secara seimbang serta menekan risiko kerusakan dini pada rack steer,tie rod,ball joint, dan bushing.
2. Menjaga kondisi ban
Roda yang dibiarkan berbelok dalam waktu lama membuat distribusi tekanan pada tapak ban menjadi tidak merata. Hal ini berpotensi memicu keausan ban yang tidak seimbang.
Lihat Juga : |
3. Mengurangi tekanan pada suspensi
Posisi roda berbelok memberikan beban ekstra pada komponen kaki-kaki. Menjaga posisi lurus dapat meminimalkan keausan berlebih pada ball joint, tie rod, bushing arm, hingga rack end.
4. Memudahkan saat mulai berkendara
Mobil dengan posisi roda lurus lebih siap dijalankan tanpa perlu mengoreksi arah setir, sehingga meminimalkan risiko menyenggol objek di area parkir yang sempit.
5. Menjaga kinerja Electric Power Steering (EPS)
Pada mobil modern berteknologi EPS, posisi roda netral membantu motor listrik bekerja lebih ringan dan optimal saat mesin kembali dinyalakan.
6. Meningkatkan keselamatan
Di area parkir datar, roda yang lurus memastikan mobil meluncur ke arah yang benar saat mulai bergerak tanpa melenceng ke samping.
Pengecualian untuk parkir di jalan menanjak atau menurun
Posisi setir tidak harus selalu lurus ketika memarkir kendaraan di jalanan yang miring:
- Jalan menurun
Arahkan roda depan ke sisi tepi jalan atau trotoar.
- Jalan menanjak
Arahkan roda ke luar atau menyesuaikan kondisi trotoar agar menjadi penahan alami jika rem parkir mengalami kegagalan fungsi.
Lihat Juga : |
Tips perawatan sistem kemudi
Guna menjaga performa sistem kemudi tetap responsif dan awet, lakukan langkah perawatan berikut secara berkala:
- Hindari memutar setir hingga batas maksimal (mentok) terlalu lama.
- Lakukan spooring dan balancing secara rutin.
- Jaga tekanan angin ban.
- Hindari menerjang lubang jalanan dengan kecepatan tinggi.
- Periksa kondisi komponen kaki-kaki dan gunakan ukuran ban yang direkomendasikan.
Jika setir mulai terasa berat, mengalami penyimpangan arah, atau muncul suara tidak normal dari sistem kemudi, lakukan pemeriksaan menyeluruh di bengkel resmi.
Penanganan oleh teknisi ahli menggunakan suku cadang original akan menjamin kestabilan dan keamanan kendaraan selama di jalan melansir Suzuki, Rabu (2/9).
(hjn/mik)