BYD Indonesia Setop Impor Mobil Setelah Pabrik Subang Aktif

CNN Indonesia
Jumat, 04 Sep 2026 13:29 WIB
BYD Dolphin.
Mobil-mobil impor BYD yang masih tersisa di dealer saat ini akan dibiarkan sampai terserap habis konsumen dan tak ditambah lagi. (CNNIndonesia/Chandra Erlangga)
Jakarta, CNN Indonesia --

BYD Motor Indonesia menyatakan sudah menyetop semua impor mobil dan beralih menjual model-model yang diproduksi lokal dari pabrik Subang. Nasib model-model impor yang sudah kadung masuk tinggal menunggu stok dealer habis.

Head of Public and Government Relations BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan mengonfirmasi hal itu dan mengatakan penyetopan impor harus dilakukan agar bisa konsentrasi ke produk lokal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mungkin itu masih ada sisa suplai sebelumnya dan itu sudah sedikit sekali," kata dia usai peresmian pabrik BYD di Subang, Jawa Barat, Kamis (3/9).

Pabrik BYD saat ini sudah memproduksi Atto 1 dan M6 DM. Setelah itu rencananya akan merakit lokal M6 EV dan Denza D9.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum punya pabrik, semua model BYD di dalam negeri adalah produk impor. Dari jajaran produk yang ditawarkan BYD di Indonesia saat ini, berarti produk yang belum diproduksi lokal adalah Dolphin, Atto 3, Seal dan Sealion 7.

Luther menyatakan tidak menutup kemungkinan produk yang bakal dirakit lokal bertambah. Namun saat ini yang diutamakan adalah model dengan potensi volume besar.

"Ya, kita memang berkomitmen untuk setop (impor mobil) ya, karena kita sudah punya (pabrik)," ucap Luther.

Unit-unit impor yang masih tersisa di dealer akan dibiarkan habis terserap konsumen dan tak akan ditambah lagi.

"Ya, mungkin dalam prosesnya bisa habis, tapi sepertinya sudah tidak banyak sekali ya. Sudah sangat sedikit, ya. Ya itulah komitmen," kata Luther.

Pabrik BYD di Subang berdiri di atas lahan 126 hektar dan menghabiskan investasi Rp11,6 triliun. Kapasitas maksimal pabrik ini 150.000 unit per tahun.

(fea/fea)
placeholder