Toyota Motor menyiapkan versi hidrogen dari Hilux untuk pasar Eropa mulai 2028, menyusul kehadiran versi listrik yang lebih dulu diperkenalkan pada Hilux generasi terbaru. Rencana ini diumumkan Toyota pada Senin (14/9) di ajang IAA Transportation, pameran dagang kendaraan komersial terbesar di dunia, di Hannover, Jerman.
Toyota sebelumnya sudah memperkenalkan prototipe Hilux hidrogen di Inggris pada 2023, sebelum pengembangan berlanjut ke versi produksi yang dijadwalkan meluncur pada 2028.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Toyota memperkenalkan Hilux generasi baru, termasuk versi BEV, lewat world premiere di Bangkok, Thailand, pada 10 November 2025.
Saat itu, Toyota sudah menyebut versi hidrogen (FCEV) bakal menyusul untuk pasar Eropa dan Oseania mulai 2028, sebagai bagian dari pendekatan multi-jalur powertrain yang mencakup diesel, BEV, dan FCEV.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Toyota menyebut pendekatan ini disesuaikan dengan kondisi energi dan kebutuhan pelanggan yang berbeda di tiap negara, bukan mengandalkan satu solusi tunggal untuk mencapai netralitas karbon.
Versi BEV yang dipamerkan di Bangkok dibekali baterai berkapasitas 59,2 kWh dengan jarak tempuh 300 kilometer atau lebih dan output sistem maksimum 144 kilowatt, menurut spesifikasi prototipe untuk pasar Thailand.
Toyota merencanakan peluncuran Hilux generasi baru secara bertahap di Asia mulai 2026 dengan varian diesel dan BEV, terpisah dari versi hidrogen yang dikhususkan untuk Eropa dan Oseania.
Posisi di Eropa
Hilux hidrogen untuk Eropa akan memiliki jarak tempuh lebih dari 400 kilometer dan kapasitas tarik hingga 2,5 ton metrik. Toyota belum mengungkapkan detail seperti dimensi kendaraan maupun harga.
Berbeda dengan Asia Tenggara yang mengenal Hilux sebagai pikap pribadi, di Eropa Toyota bakal memposisikan Hilux hidrogen sebagai kendaraan komersial ringan untuk perusahaan leasing dan pelanggan korporat.
Toyota Professional, divisi kendaraan komersial Toyota di Eropa, menargetkan penjualan 200.000 unit kendaraan komersial ringan pada 2030, naik 20 persen dari level 2025. Toyota membidik pangsa pasar 8 persen, naik 2 poin persentase dari posisi saat ini.
Perluasan teknologi hidrogen
Toyota turut memamerkan sistem fuel cell generasi baru berdaya maksimum 300 kilowatt untuk truk berat, disebut kurang lebih setara tenaga mesin diesel. Output dan durabilitas sistem ini digandakan dibanding generasi sebelumnya, sementara efisiensi bahan bakar naik 20 persen.
Sistem ini akan dipasok ke Scania asal Swedia dan Iveco asal Italia untuk program percontohan.
Toyota juga akan menurunkan kendaraan berbasis Hilux hidrogen di Reli Dakar, ajang pembuka Kejuaraan Dunia Reli-Raid, pada Januari 2027 di Arab Saudi.
(fea/fea)

