Heboh Jual Beli Airbag Online, Kini Dilarang di Banyak Marketplace
Penjualan airbag mobil secara online telah bikin resah terkait keselamatan. Para penyedia marketplace sudah mulai menghentikan peredarannya, termasuk yang terbaru dilakukan eBay.
eBay melarang penjualan airbag dan inflator airbag oleh seluruh penjualnya mulai 24 September 2026. Larangan ini mencakup airbag, inflator atau gas generator, dan penutup airbag pada setir.
Pelarangan itu hanya berlaku di Amerika Serikat (AS). Namun di luar AS, penjual masih boleh menawarkan komponen pendukung yang tidak mengandung airbag maupun inflator, seperti control unit, crash sensor, diagnostic module, dan passenger sensor.
Di AS, komponen pendukung itu hanya boleh ditawarkan penjual yang sudah berstatus pre-approved.
"Efektif 24 September 2026, airbag dan inflator airbag tidak diizinkan untuk diiklankan atau dijual di eBay oleh penjual mana pun. Kebijakan ini berlaku untuk seluruh kategori airbag. Keputusan ini diambil setelah tinjauan menyeluruh atas risiko yang mungkin ditimbulkan produk tersebut bagi pengguna eBay," tulis manajemen eBay dalam pengumuman resmi di kanal News and Updates, Selasa (25/8).
Penjual diberi waktu 30 hari untuk menghapus iklan aktif, terjadwal, maupun draf. Lewat tenggat itu, eBay yang akan mencabutnya.
Alibaba sudah melarang penjualan airbag di platformnya sejak 2014 dengan alasan keselamatan, lalu memperluas larangan ke komponen SRS untuk sekaligus membendung barang palsu. Perusahaan menyebut kebijakan itu mencabut 22 ribu iklan dari lebih dari 700 penjual, dengan algoritma yang memblokir iklan baru secara langsung.
Amazon, Meta selaku pemilik Facebook Marketplace, dan Temu juga melarang penjualan airbag lewat kebijakan produk masing-masing.
Kasus airbag aftermarket
eBay dalam pernyataan resminya tidak menyebut pemicu kebijakan soal airbagi itu. Namun pada April 2026, NHTSA menerbitkan keputusan awal bahwa inflator airbag pengemudi depan buatan Jilin Province Detiannuo Safety Technology (DTN) produksi 2021 dan 2022 mengandung cacat keselamatan.
Regulator itu mencatat telah tejadi 12 insiden inflator pecah di AS sejak 30 Mei 2023 hingga 16 Februari 2026, yang menewaskan 10 orang dan melukai berat dua lainnya.
Setidaknya 10 dari 12 kasus melibatkan inflator yang dipasang sebagai suku cadang pengganti (aftermarket) setelah mobil pernah mengalami kecelakaan.
Inflator tersebut masuk lewat importir tak dikenal dan diduga ilegal, sehingga NHTSA belum bisa memperkirakan jumlah yang beredar. Mobil yang diketahui terdampak adalah Chevrolet Malibu dan Hyundai Sonata, meski NHTSA menyatakan tidak ada informasi bahwa masalahnya terbatas pada dua model itu.
The Drive menyebut salah satu inflator bermasalah dibeli lewat eBay, merujuk penelusuran Wall Street Journal pada Juli 2026.
NHTSA menjelaskan inflator airbag adalah gas generator piroteknik yang memicu pengembangan kantong udara dalam hitungan detik. Airbag depan diperkirakan menyelamatkan lebih dari 50 ribu nyawa di AS selama 30 tahun terakhir.
Persoalannya muncul ketika inflator pecah alih-alih mengembangkan kantong udara.
"Inflator logam itu meledak dan melontarkan serpihan logam dari modul dengan cara yang berpotensi membunuh atau melukai parah siapa pun yang bersentuhan langsung dengannya," tulis NHTSA dalam dokumennya.
(fea)