Pasar EV Terus Tumbuh di Indonesia, Tahun Ini Tembus 16%
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengungkap pasar mobil listrik (EV) terus meningkat dari 2019. Saat ini dikatakan pangsa pasar EV sudah menembus 16 persen dari total penjualan mobil di dalam negeri.
Patia J Monangdo, Ketua Tim Kerja Industri Kendaraan Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) Kementerian Perindustrian, menjelaskan produksi kendaraan di Indonesia saat ini sudah cukup banyak, yakni hampir 1,5 juta unit per tahun, yang didominasi kendaraan Internal Combustion Engine (ICE).
Sementara EV baru mendapat traksi pada beberapa tahun terakhir sejak 2019.
"Tahun 2024-2025, kita penjualan, marketshare, masih sekitar 2-3 persen. Tapi di tahun 2025 sudah menjadi sekitar 12 persen. Bahkan di tahun ini angkanya sudah 16 persen untuk market share kendaraan listrik," kata Patia di Evolution Forum, Powering Indonesia Future: Green Cars. Blue Skies, Rabu (30/9).
Menurut dia pencapaian kendaraan listrik ini disebut Patia didorong Peraturan Presiden Nomor Tahun 2019 yang mengatur soal percepatan EV. Setelah regulasi ini keluar, perkembangan EV dikatakan naik cukup signifikan.
Patia menilai peningkatan ini adalah tren positif, namun dia mengingatkan pada 2027 nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) wajib ditingkatkan dari 40 persen menjadi 60 persen.
"Kami melihat rantai pasok masih didominasi industri komponen yang memproduksi komponen kendaraan fosil. Namun kita lihat ke depan tentunya dengan TKDN meningkat menjadi 60 persen, kita harapkan industri komponen akan meningkat juga digunakan oleh industri perakitan di dalam negeri," ujarnya.
Kemenperin disebut mendorong penggunaan komponen lokal, salah satunya dengan menetapkan nilai TKDN. Ini disebut jadi sinyal positif buat industri komponen dan perakitan agar Indonesia bukan cuma jadi pasar tapi juga sebagai pelaku industri, terutama baterai.
(fea)