BYD akan menjual kei car listrik Racco, yang dikembangkan khusus untuk Jepang, ke pasar lain. Penjualan awal mobil listrik mungil ini direncanakan di Sri Lanka dan Makau.
Rencana itu diumumkan pada Minggu (4/10) dalam seremoni di dealer BYD di Kota Hiratsuka, Prefektur Kanagawa, dekat Tokyo. Seremoni digelar untuk merayakan pengiriman 10.000 unit BYD di Jepang sejak perusahaan masuk ke pasar mobil penumpang di negara ini pada Januari 2023.
Pemesanan Racco saat ini sudah dibuka di Makau, sementara konferensi pers dan peluncuran di Sri Lanka dijadwalkan pada Jumat (9/10). BYD berencana memperluas penjualan ke negara dan wilayah lain sambil mencermati permintaan, terutama pasar setir kanan seperti Jepang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Butuh sekitar empat tahun untuk mencapai 10.000 unit, tetapi kami pasti akan mencapainya lebih cepat pada kesempatan berikutnya," kata Wakil Presiden BYD Liu Xueliang, dikutip Nikkei Asia, Senin (5/10).
"Kami ingin memantapkan jaringan penjualan dan sistem layanan purnajual kami," lanjutnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Liu juga membeberkan status pesanan Racco yang dia sebut telah mencapai ribuan unit.
"Dua bulan telah berlalu sejak peluncurannya, dan pesanan kumulatif akan segera mencapai 2.000 unit. Kami merasa mobil ini diterima dengan baik oleh banyak konsumen," ujarnya.
Spesifikasi Racco
Racco dijual di Jepang sejak 28 Juli 2026. BYD Auto Japan mengeklaim model ini sebagai kei car listrik pertama dari pabrikan luar negeri yang dirancang khusus mengikuti standar kei car Jepang.
Racco hadir dalam tiga varian, yakni 200, 300Plus, dan 300Premium. Harganya mulai 2.145.000 yen atau setara Rp243,8 juta (kurs Rp113,64) hingga 2.497.000 yen (Rp283,8 juta), sudah termasuk pajak. Semua varian berhak atas subsidi kendaraan listrik CEV sebesar 150.000 yen (Rp17 juta).
Racco memiliki panjang 3.395 mm, lebar 1.475 mm, tinggi 1.800 mm, dan jarak sumbu roda 2.520 mm.
Varian 200 memakai baterai 22,4 kWh dengan jarak tempuh 210 km, sedangkan varian 300 dibekali baterai 35,84 kWh dengan jarak tempuh hingga 320 km berdasarkan standar WLTC Jepang. Kursi baris kedua bisa dilipat rata sehingga ruang bagasi mencapai 1.372 liter.
Baterainya berjenis lithium iron phosphate (LFP) yang menyatu dengan struktur bodi lewat teknologi Cell to Body (CTB), di atas platform e-Platform 3.0. Sekitar 70 persen sasisnya memakai baja berkekuatan tinggi.
BYD juga menyematkan X-PACK, teknologi yang mengintegrasikan baterai, unit kontrol elektronik, dan pengisi daya terpasang ke dalam unit baterai.
BYD memberikan garansi baterai 8 tahun atau 160 ribu km, yang bisa diperpanjang secara berbayar hingga 10 tahun atau 200 ribu km.
"Ke depan, kami ingin memperbanyak kesempatan bagi lebih banyak orang untuk merasakan Racco dan memperluas penjualan lebih jauh," tutur Liu.
(mik)