Tesla memperkenalkan mobil terbang tipe Roadster generasi baru. Selain bisa terbang, mobil ini mampu melaju terbalik berkat pendorong yang dikembangkan bersama SpaceX. Peragaan digelar di lokasi uji SpaceX di McGregor, Texas, Amerika Serikat, Kamis (15/10) malam waktu setempat.
CEO Tesla Elon Musk menyebut mobil sport listrik dua kursi itu sebagai mobil yang "lebih baik dari mobil James Bond", dikutip Autoblog, Jumat (16/10).
Roadster ini merupakan versi yang didesain ulang dari prototipe 2017. Kala itu Tesla menjanjikan pengiriman mulai 2020, sedangkan kini produksinya dijadwalkan pada 2028.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peragaan dibuka dengan Roadster menanjak di lintasan melengkung hingga melaju dalam posisi terbalik. Menurut Wakil Presiden Teknik Kendaraan Tesla Lars Moravy, kemampuan itu berasal dari sistem kipas isap yang menghasilkan daya isap hingga 2G.
Roadster lalu mundur menuruni lintasan, kembali melesat ke atas, kemudian berguling di udara dan mendarat dengan bantuan pendorong gas dingin. Dalam peragaan lain, mobil ini melompati jajaran kendaraan Tesla, termasuk Tesla Semi setinggi 4,1 meter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"SpaceX telah menggunakan pendorong untuk mengatur posisi wahana antariksa selama puluhan tahun. Membuatnya bekerja di kendaraan, bukan di ruang hampa, membutuhkan perangkat keras dan sistem kendali yang sepenuhnya baru," tulis Tesla melalui akun X resminya.
Tesla menambahkan setiap ruang kosong yang bisa dimanfaatkan di mobil diisi tabung bertekanan berlapis serat karbon (COPV).
Tiga versi
Tesla mengeklaim empat pendorong pasokan SpaceX di bagian belakang membuat Roadster mampu berakselerasi 0-96 km/jam dalam 0,81 detik. Musk juga menyebut kecepatan puncaknya lebih dari 370 km/jam.
Saat masuk Track Mode, sayap belakang Roadster digerakkan sistem aktuator robot Optimus. Tesla mengeklaim paket downforce pasif Roadster adalah yang terbaik di antara mobil jalan raya dan mendekati level Formula 1.
Reuters menjelaskan halaman pemesanan di situs Tesla menampilkan tiga versi Roadster. Versi Performance mensyaratkan deposit US$50.000 atau Rp902,6 juta (kurs Rp18.051), sedangkan versi Thrust yang dilengkapi pendorong akselerasi butuh deposit US$250.000 atau Rp4,5 miliar.
Versi ketiga, Rocket, hanya tersedia lewat undangan. Model ini cuma punya satu jok dan dibekali sistem terbang penuh. Tesla belum mengumumkan harga jual ketiganya.
Legal di jalan?
Penggunaan dan legalitas fitur-fitur tersebut di jalan raya belum jelas. Musk pun tak memberi jawaban tegas.
"Maksudnya, ini akan jadi mobil sungguhan yang ada di jalan," kata Musk, dikutip InsideEVs.
"Anda tahu, saya belum tentu yakin ini legal di semua yurisdiksi. Tapi akan ada mobil seperti itu yang bisa dimiliki seseorang," lanjutnya.
Saat seorang penonton menanyakan apakah Roadster legal di jalan raya, Musk menjawab singkat.
"Ya, ya. Tergantung jalanmu," ujarnya.
(fea)