Penjualan mobil harga terjangkau dan ramah lingkungan (low cost green car/LCGC) menghadapi tekanan di tengah serbuan mobil listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV) di Indonesia. Harga yang makin bersaing dan biaya operasional lebih murah diakui menjadi sebab utama.
Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D. Sugiarto mengatakan harga LCGC saat ini mulai bersaing dengan kendaraan listrik berbasis baterai.
Lihat Juga : |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang mendorong konsumen beralih ke mobil listrik. Harga mobil listrik berbasis baterai saat ini cenderung turun mendekati banderol LCGC, bahkan kini ada yang dijual di bawah Rp200 juta di Indonesia.
"Saat ini harga mobil LCGC disaingi oleh BEV. Biaya operasi BEV lebih murah, maka dari itu banyak yang beralih," kata Jongkie saat dihubungi, Selasa (20/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gaikindo dalam data wholesales atau distribusi dari pabrik ke dealer menyebutkan penjualan LCGC pada Januari-September 2026 mengalami penyusutan 11 persen dibanding periode yang sama tahun lalu menjadi 83.997 unit.
Data tersebut sejalan dengan jumlah produksi mobil LCGC dari tiga merek yaitu Honda, Toyota, dan Daihatsu pada periode yang sama.
Lihat Juga : |
Pada sembilan bulan tahun ini produksi LCGC turun enam persen menjadi 110.693 unit, sedangkan Januari-September tahun lalu mencapai 117.733 unit.
Sementara itu distribusi mobil listrik ke dealer pada periode yang sama justru melesat 113,7 persen menjadi 117.218 unit hingga September 2026.
(ryh/fea)

