CEO SpaceX dan Tesla, Elon Musk, menyatakan dukungan atas penggabungan kedua perusahaan, tetapi mengatakan keputusan akhir soal itu berada di tangan komite khusus masing-masing perusahaan. Ia menyampaikannya hal ini saat paparan kinerja kuartal III SpaceX.
"Ini jelas semacam pertanyaan yang membuat saya merasa seperti sedang menari tapi melewati ladang ranjau... tetapi saya memang berpikir ada banyak manfaat dari menggabungkan perusahaan-perusahaan itu," kata Musk, dikutip CNN, Selasa (20/10).
Lihat Juga : |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Musk mengatakan dirinya tidak bisa ikut dalam pembahasan karena memiliki konflik kepentingan, dan menyebut keputusan ada di tangan pemegang saham. CNN mencatat, secara historis pemegang saham Tesla umumnya mengikuti keinginan Musk.
Pada kuartal tersebut SpaceX membukukan laba bersih US$4,4 miliar atau Rp79,2 triliun (kurs Rp18.006), berbalik untung setelah dua kuartal berturut-turut merugi tahun ini. Pendapatannya mencapai US$14,6 miliar atau Rp262,9 triliun, naik 161 persen secara tahunan menurut perusahaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham SpaceX naik hampir 5 persen dalam perdagangan akhir setelah laporan kinerja yang melampaui ekspektasi analis Wall Street. Saham Tesla naik sedikit di atas 1 persen.
Tesla Roadster. (Tesla) |
Komentar Musk soal merger ini muncul usai Tesla memamerkan Roadster terbaru pada Kamis (15/10) yang bisa terbang menggunakan teknologi pendorong gas SpaceX.
Menurut CNN, komentar tersebut tampak sebagai yang paling tegas yang pernah disampaikan Musk secara terbuka. Setelah IPO SpaceX pada Juli, Musk tidak menyampaikan pendapat saat ditanya soal kemungkinan merger.
"Tentu saja... kami tidak bisa membicarakan penggabungan perusahaan dan hal semacam itu dalam paparan kinerja. Itu harus dilakukan dengan proses yang semestinya," ujarnya kala itu.
(fea)


