Toyota-Honda Kompak Dukung Usul Insentif Mobil Hybrid

CNN Indonesia
Jumat, 23 Okt 2026 10:29 WIB
Mitsubishi Xforce HEV yang dijual di Thailand.
Toyota dan Honda menyambut usulan Kemenperin memberi insentif bagi mobil hybrid, PHEV, dan REEV. (mitsubishi-motors.com)
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Toyota Astra Motor (TAM) dan PT Honda Prospect Motor (HPM) sama-sama menyambut positif langkah Kementerian Perindustrian (Kemenperin) yang tengah merumuskan skema insentif bagi kendaraan berteknologi hybrid, plug-in hybrid (PHEV), dan range extended electric vehicle (REEV).

Vice President Director TAM Jap Ernando Demily menilai dukungan tersebut sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan energi nasional dan menekan konsumsi BBM. Kebijakan itu diharapkan membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk beralih ke kendaraan elektrifikasi.

"Dengan semakin beragamnya pilihan model dan teknologi yang didukung kebijakan insentif, kami berharap semakin banyak masyarakat Indonesia dapat beralih ke kendaraan elektrifikasi sesuai kebutuhan masing-masing," ujar Ernando saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (22/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menambahkan dorongan pemerintah terhadap segmen hybrid juga berdampak penting bagi keberlanjutan ekosistem industri otomotif lokal yang menyerap banyak tenaga kerja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di sisi lain, kami berharap kebijakan ini juga dapat memperkuat ketahanan industri otomotif nasional, mendorong investasi dan pengembangan industri lokal, serta menjaga keberlanjutan lapangan kerja," tutur Ernando.

Ernando optimistis ceruk pasar mobil hybrid di Indonesia masih sangat potensial. Meski begitu, ia menekankan kendaraan konvensional tetap memiliki peran penting dalam menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat yang beragam.

"Kami melihat peluang pertumbuhan pasar Hybrid EV masih terbuka lebar. Terlebih jika didukung kebijakan yang dapat memperluas akses masyarakat terhadap teknologi ini," katanya.

Honda tunggu detail

Sales & Marketing and After Sales Director HPM Yusak Billy menilai dukungan insentif fiskal maupun nonfiskal dapat memberikan nilai tambah sekaligus mempercepat penetrasi kendaraan rendah emisi di pasar domestik.

"Insentif, baik fiskal maupun nonfiskal, dapat memberikan nilai tambah bagi konsumen dan membantu memperluas adopsi kendaraan rendah emisi," ucap Yusak.

Meski demikian, HPM menyatakan masih menunggu detail kebijakan resmi dari pemerintah sebelum menyesuaikan strategi lini produknya di Indonesia.

Yusak optimistis keterjangkauan teknologi hybrid makin terbuka jika stimulus tersebut terealisasi, tanpa mengesampingkan variasi kebutuhan pasar nasional.

"Jika insentif tersebut direalisasikan, kami melihat ada peluang pasar hybrid berkembang lebih luas karena teknologi ini semakin terjangkau," lanjutnya.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menegaskan pentingnya insentif nonfiskal, seperti bebas aturan ganjil genap, kemudahan administrasi, hingga fasilitas parkir khusus bagi mobil hybrid, PHEV, dan REEV.

Menurutnya, skema ini strategis untuk menekan emisi dan konsumsi BBM bersubsidi, sekaligus memberi ruang bagi industri komponen lokal beradaptasi tanpa merombak total fasilitas produksi. Kemenperin menargetkan usulan insentif ini dapat dipercepat tahun ini.

Yusak menekankan keberlanjutan industri otomotif dan daya beli masyarakat sangat bergantung pada kepastian regulasi yang dihadirkan pemerintah.

"Bagi kami, yang terpenting adalah adanya kebijakan yang konsisten dan menyeluruh untuk menjaga daya beli konsumen," kata Yusak.

(hjn/fea)
placeholder