Digerus Mobil China, Mitsubishi Ubah Strategi di ASEAN

CNN Indonesia
Selasa, 27 Okt 2026 17:38 WIB
Mitsubishi meluncurkan Xforce dan Destinator edisi spesial dalam ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat, (6/2/2026). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Mitsubishi Motors mengubah strategi di ASEAN. Penjualan di Thailand turun sekitar separuh dalam lima tahun dan hanya satu model baru disiapkan untuk kawasan. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mitsubishi Motors mengubah penekanan strategisnya di Asia Tenggara seiring masuknya produsen mobil China ke kawasan itu. Penjualan Mitsubishi di Thailand turun sekitar separuh dalam lima tahun terakhir.

Mitsubishi belum meluncurkan mobil listrik di Thailand. Di Filipina, yang kinerjanya relatif kuat, pertumbuhan penjualan melambat sejak awal tahun fiskal 2026 pada April.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terlalu condong ke ASEAN

CEO Mitsubishi Motors Takao Kato mengakui ketergantungan pada kawasan ASEAN dalam pemaparan visi jangka menengah dan panjang pada akhir Mei.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami terlalu condong ke produk untuk pasar ASEAN dalam rencana jangka menengah sebelumnya," kata Kato, dikutip Nikkei Asia, Minggu (25/10).

Mitsubishi memulai produksi di Thailand pada 1966, lalu masuk ke Indonesia, Vietnam, dan negara lain lebih awal dari pesaing. Dalam satu dekade terakhir, porsi Asia Tenggara terhadap penjualan global naik dari 20 persen menjadi 31 persen.

Menurut laporan itu, sejak 2020 produsen mobil listrik China merebut pangsa pasar di kawasan tersebut.

Model baru dipangkas

Mitsubishi berencana meluncurkan 13 model dalam enam tahun hingga tahun fiskal 2031. Dari jumlah itu, hanya satu yang berfokus ke Asia Tenggara, yakni Xpander generasi baru dari model yang meluncur pada 2017.

Rencana jangka menengah sebelumnya meluncurkan empat model baru di kawasan ini pada tahun fiskal 2023 sampai 2025.

Sekitar 10 model akan diarahkan ke pasar maju, termasuk minicar dan mobil listrik. Mitsubishi juga memanfaatkan kerja sama OEM dengan mitra, antara lain mobil listrik kompak rakitan Foxconn asal Taiwan untuk Australia dan Selandia Baru tahun ini.

Mitsubishi menargetkan penjualan global 900.000 unit pada tahun yang berakhir Maret 2030, naik 13 persen dari tahun fiskal 2025. Angka itu jauh di bawah puncak 1,24 juta unit pada tahun fiskal 2018 dan lebih rendah dari target 1,1 juta unit dalam rencana sebelumnya.

Laporan yang sama menilai pergeseran ke pasar maju berisiko membuat skala bisnis lebih kecil. Pangsa Mitsubishi di AS dan Jepang hanya beberapa persen, sementara jaringan dealernya lebih sedikit dibanding pesaing setelah dipangkas selama bertahun-tahun kinerja lemah sejak 2000.

Kesepakatan kunci saham dengan pemegang saham utama, termasuk Nissan dan Mitsubishi Corp., berakhir pada 20 Oktober. Kesepakatan itu membatasi penjualan saham Mitsubishi Motors selama 10 tahun setelah investasi Nissan pada 2016. Kini pemegang saham dapat menjual kepemilikannya jika syarat tertentu terpenuhi, termasuk persetujuan Mitsubishi Motors.

Harga saham Mitsubishi Motors turun lebih dari 30 persen dari penutupan 20 Oktober 2016. Belum ada pemegang saham utama yang menunjukkan niat segera mengurangi kepemilikan.

"Seiring meningkatnya kritik terhadap kepemilikan silang, perusahaan semestinya benar-benar berdiri sendiri," ujar seorang pemegang saham besar dari grup Mitsubishi.

(fea)
placeholder
LIHAT SELENGKAPNYA