Kemenperin Siapkan Usulan Insentif Mobil Hybrid Tahun Ini

CNN Indonesia
Jumat, 30 Okt 2026 08:00 WIB
Menperin M Sarmuji
Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji mengatakan usulan insentif untuk mobil hybrid bakal disampaikan ke Kemenkeu pada tahun ini juga. (Kemenperin)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan usulan insentif untuk mobil hybrid bakal disampaikan tahun ini ke Kementerian Keuangan. Besaran insentif masih digodok, namun bisa jadi tidak sama dengan stimulus untuk kendaraan listrik berbasis baterai.

Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji mengatakan pembahasan teknis terkait insentif tersebut masih berlangsung bersama pihak terkait.

"Tahun ini akan kita usulkan. Usulannya akan tahun ini," ucap Sarmuji mengutip Antara, Kamis (29/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Sarmuji, dukungan pemerintah diperlukan untuk mendorong pertumbuhan pasar kendaraan sekaligus memperkuat industri otomotif nasional. Karena itu pemberian insentif diharapkan dapat membantu meningkatkan permintaan khususnya kendaraan hybrid.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain mendorong pasar, pengembangan kendaraan hybrid dinilai dapat membantu mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM), terutama BBM bersubsidi. Penggunaan teknologi tersebut juga diharapkan mampu menekan emisi kendaraan.

Sarmuji bilang rasio kepemilikan mobil di Indonesia masih relatif rendah dibandingkan sejumlah negara ASEAN. Rasio kepemilikan mobil di Indonesia tercatat sekitar 99 unit per 1.000 penduduk.

Angka tersebut jauh di bawah Malaysia yang mencapai sekitar 490 unit per 1.000 penduduk dan Thailand sekitar 275 unit per 1.000 penduduk. Rasio kepemilikan mobil di Malaysia sekitar 4,9 kali lebih tinggi dibandingkan Indonesia, sedangkan Thailand sekitar 2,8 kali.

Di sisi lain, pelaku industri otomotif menilai stimulus pemerintah dibutuhkan untuk mendongkrak daya beli masyarakat dan mendorong penjualan mobil baru.

Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Nandi Julyanto menyampaikan hal tersebut setelah pertemuan TMMIN dan Toyota Astra Motor (TAM) dengan Menperin.

Menurut Nandi pasar otomotif saat ini menghadapi pergeseran permintaan ke mobil bekas. Kondisi itu menjadi salah satu alasan perlunya stimulus agar masyarakat kembali terdorong membeli kendaraan baru.

"Kami tadi menyampaikan mengenai pentingnya stimulus untuk meningkatkan daya beli, sehingga pembelian mobil baru itu meningkat. Karena sekarang market-nya bergeser kepada used car," tutur Nandi.

(fea)
placeholder
LIHAT SELENGKAPNYA