AISI Soal Motor Listrik: Masih Ada Energi Lain Seperti BBM Etanol

CNN Indonesia
Selasa, 03 Nov 2026 16:15 WIB
AISI menilai solusi mobilitas perlu menerapkan pendekatan multiteknologi dengan terus memanfaatkan potensi sumber energi alternatif lainnya seperti bioetanol.
AISI menilai solusi mobilitas perlu menerapkan pendekatan multiteknologi dengan terus memanfaatkan potensi sumber energi alternatif lainnya seperti bioetanol. Astra Honda Motor
Jakarta, CNN Indonesia --

Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menegaskan arah pengembangan industri roda dua nasional tidak hanya terpaku pada kendaraan listrik berbasis baterai (electric vehicle/EV).

AISI menilai solusi mobilitas di Indonesia perlu menerapkan pendekatan multiteknologi dengan terus memanfaatkan potensi sumber energi alternatif lainnya.

Ketua Penyelenggara Imos 2026 sekaligus Ketua Bidang Komersial AISI, Yosef Utama menjelaskan potensi pasar roda dua sangat luas sehingga opsi ketersediaan energi tidak bisa hanya bergantung pada satu jenis teknologi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Iya, kita yakini bahwa solusi mobilitas itu bukan cuma satu ya, kita sebut multiteknologi. Di situ ada motor ICE yang terus-menerus makin irit ya, makin kita sebut fuel efficiency technology. Kemudian yang nomor dua, teknologi-teknologi seperti biofuel. Kalau ada etanol E5, E10, E20, E50 gitu ya nantinya ke sana, juga akan melengkapi juga," ujar Yosef di Jakarta, Jumat (30/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Yosef, kehadiran motor berbasis baterai memang tetap disiapkan oleh pabrikan untuk melengkapi jajaran lini produk ramah lingkungan. Namun, kontribusinya saat ini dinilai masih sangat terbatas jika dibandingkan dengan mesin pembakaran dalam (Internal Combustion Engine/ICE).

"Tentunya satu lagi moda jenis yaitu EV, bagaimana electric vehicle itu terus-menerus fit dengan kebutuhan konsumen. Saat ini mungkin kalau kita hitung sekitar 1 sampai 2 persen saja kontribusi EV. Tapi kita yakinin segmen ini akan terus bertumbuh ketika dia mampu menyentuh solusi mobilitas dari konsumen," lanjutnya.

Pilihan teknologi yang variatif ini diambil karena motor listrik masih menghadapi sejumlah tantangan teknis, seperti jarak tempuh (range), durasi pengisian daya (charging time), hingga State of Health (SOH) atau ketahanan baterai yang sangat memengaruhi keputusan konsumen.

"Tapi semuanya berbenah dan kejar terkait dengan teknologi yang kita sebut tadi multiteknologi, terus-menerus improve baik itu ICE terkait dengan fuel efficiency, biofuel, dengan biofuel makin sustainable-lah energi yang kita pakai ya, dan terakhir EV," kata Yosef.

Melalui strategi multiteknologi tersebut, AISI berkomitmen menghadirkan beragam opsi kendaraan yang semakin ramah lingkungan, hemat energi, serta tetap fleksibel menjawab kebutuhan mobilitas harian masyarakat Indonesia.

(hjn/mik)
placeholder
LIHAT SELENGKAPNYA