Honda memperkenalkan CRF1150L Africa Twin di EICMA 2026 sebagai model motor pertama yang dibekali fitur baru, Sensing Ride. Teknologi ini merupakan sistem keselamatan dan bantuan pengendara berbasis radar yang terinspirasi Sensing pada mobil Honda.
Africa Twin terbaru sekarang punya tiga varian, Africa Twin standar, Africa Twin Adventure Sports, serta terbaru Africa Twin Enduro Sports
Honda menawarkan Sensing Ride sebagai opsi khusus hanya buat varian Adventure Sports yang memakai bertransmisi DCT (Dual Clutch Transmission).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat Juga : |
Mesin 1.131 cc
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seluruh varian Africa Twin baru memakai mesin dua silinder segaris berpendingin cairan berkapasitas 1.131 cc. Tenaga maksimumnya 87,5 kW atau setara sekitar 117 hp pada 7.500 rpm, dengan torsi puncak 119 Nm pada 5.700 rpm.
Honda menaikkan kapasitas mesin, rasio kompresi, dan diameter silinder. Saluran masuk dan buang juga dioptimalkan, sementara rasio gigi direvisi untuk akselerasi lebih baik dan jelajah yang nyaman.
Tersedia enam mode berkendara bawaan yang mengatur karakter tenaga mesin, kontrol traksi, ABS, DCT, dan suspensi elektronik, untuk kondisi jalan raya hingga off-road.
Rangka dan lengan ayun didesain ulang dengan keseimbangan kekakuan baru, dan bobotnya 1,4 kg lebih ringan dibanding generasi sebelumnya. Seri ini juga memiliki tangki bensin tambahan di bawah jok untuk menurunkan titik berat.
Africa Twin Adventure Sports dirancang untuk perjalanan jauh, dengan tangki bensin 24 liter, pelek depan 19 inci, dan windscreen besar.
Suspensinya memakai Showa EERA yang dikendalikan secara elektronik dengan teknologi Honda Skyhook. Sistem ini membaca perilaku motor secara real time dan terus mengatur gaya redaman agar motor lebih cepat stabil.
Di kedua sisi tangki utama terpasang emblem baru Honda Flagship Wing berwarna perak dan hitam.
Honda menyebut Adventure Sports didesain ulang mulai dari tata letaknya agar bisa mengadopsi fitur canggih seperti Honda Sensing Ride. Tampilannya dibuat gagah dengan permukaan tegas, sesuai posisinya sebagai motor adventure andalan.
Seri Africa Twin juga memakai material ramah lingkungan. Akrilik daur ulang kimia dipakai untuk emblem dan lampu belakang, sedangkan windscreen dan deflektornya dibuat dari Durabio, plastik berbahan dasar tanaman.
Radar depan dan belakang
Honda Sensing Ride memakai unit radar gelombang milimeter yang terpasang di bagian depan dan belakang motor untuk membaca kondisi sekitar.
Berdasarkan penilaian menyeluruh atas kondisi pengendara dan motor, sistem ini memberi notifikasi, peringatan, dan bantuan operasional, termasuk membantu menghindari tabrakan.
Fitur bantuan berkendaranya meliputi Adaptive Cruise Control (ACC), ACC dengan fungsi Stop & Go, Group Ride Assist, dan Distance Assist untuk mengatur jarak dengan kendaraan di depan.
Untuk keselamatan, ada Forward Collision Warning dan Emergency Brake Assist. Sistem ini juga dilengkapi Blind Spot Information yang memberi peringatan saat kendaraan lain masuk ke titik buta di serong belakang, Rear Distance Information, serta Rear Collision Warning.
Perpaduan Honda Sensing Ride dan transmisi DCT memungkinkan motor berhenti dan melaju kembali secara halus saat ACC aktif.
Menurut Honda, fungsi ini mengurangi stres dan kelelahan pengendara saat terjebak kemacetan maupun berkendara di perkotaan.
(fea/mik)

