Honda membawa teknologi keselamatan Honda Sensing yang selama ini dipakai di mobilnya ke sepeda motor lewat Honda Sensing Ride. Sistem keselamatan dan bantuan pengendara itu diperkenalkan di pameran EICMA 2026 di Milan, Italia.
Honda menyebut sistem ini dikembangkan dari teknologi dan pengetahuan yang terkumpul selama mengembangkan Honda Sensing untuk mobil, lalu ditambah fungsi khusus sepeda motor.
Lihat Juga : |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Model pertama yang memakainya adalah Africa Twin Adventure Sports model 2027. Sistem ini ditawarkan sebagai opsi untuk varian bertransmisi DCT, dan Honda berencana menambah jumlah model yang memakainya.
Pengembangan Honda Sensing Ride merupakan bagian dari upaya Honda mewujudkan masyarakat bebas tabrakan di bawah slogan keselamatan global "Safety for Everyone".
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Targetnya, pada 2030 Honda ingin memangkas separuh korban jiwa kecelakaan yang melibatkan motor dan mobil Honda per 10.000 unit terjual dibanding 2020, lalu mencapai nol korban jiwa pada 2050.
Radar depan dan belakang
Honda Sensing Ride memakai perangkat radar gelombang milimeter di bagian depan dan belakang motor untuk membaca lingkungan sekitar.
Sistem lalu menilai kondisi pengendara dan motor secara menyeluruh. Dari situ, sistem memberi notifikasi, peringatan, hingga bantuan pengoperasian, termasuk untuk menghindari tabrakan.
Sepuluh fungsi
Honda merinci sepuluh fungsi Sensing Ride. Adaptive Cruise Control (ACC) membantu menjaga kecepatan dan jarak dengan kendaraan di depan, sedangkan ACC Stop & Go mengurangi frekuensi buka-tutup gas dan pengereman saat macet.
Group Ride Assist, perluasan dari ACC, membantu menjaga jarak antarmotor saat touring rombongan, termasuk dalam formasi zig-zag. Adapun Distance Assist menyesuaikan jarak ketika motor mendekati kendaraan di depan saat pengendara membuka gas.
Untuk bagian depan, ada Forward Collision Warning yang menampilkan peringatan di panel instrumen saat terdeteksi potensi tabrakan. Fungsi ini didampingi Brake Pulse sebagai peringatan tambahan.
Emergency Brake Assist memberi bantuan pengereman bila ada risiko tabrakan dengan kendaraan di depan. Bantuan ini bekerja ketika pengendara menarik rem.
Area belakang dipantau tiga fungsi. Blind Spot Information menyalakan atau mengedipkan lampu indikator di spion saat kendaraan lain masuk ke titik buta serong belakang.
Rear Distance Information menampilkan notifikasi di panel instrumen saat ada kendaraan mendekat dari belakang. Sementara Rear Collision Warning mengedipkan lampu indikator untuk memperingatkan pengendara di belakang soal potensi tabrakan.
Peran DCT
Honda memadukan sistem ini dengan transmisi DCT buatannya. Transmisi dua kopling itu membuat pengendara tak perlu mengoperasikan kopling, dan perpindahan gigi berlangsung tanpa memutus aliran tenaga.
Menurut riset internal Honda, DCT pertama kali diterapkan pada sepeda motor oleh Honda pada 2010. Sejak itu teknologinya terus dikembangkan dan, menurut Honda, diterima baik banyak konsumen karena kendalinya terasa lebih dekat dengan naluri pengendara.
Dengan DCT, ACC Stop & Go mampu membantu seluruh proses berhenti otomatis hingga melaju kembali secara halus. Honda menyebut kombinasi ini mengurangi stres dan kelelahan pengendara.
Meski begitu, Honda menegaskan Honda Sensing Ride hanya berfungsi membantu pengendara. Tiap fungsi memiliki batas kemampuan, baik dalam mengenali objek maupun mengendalikan motor.
Honda meminta pengendara tidak melebih-lebihkan kemampuan sistem dan tetap memperhatikan sekitar. Sistem juga bisa tidak bekerja sebagaimana mestinya tergantung kondisi jalan, cuaca, dan kendaraan.
(fea/mik)

