Stellantis Galau Krisis Chip, Produksi Fiat di Italia Terancam Mandek

CNN Indonesia
Kamis, 05 Nov 2026 18:30 WIB
Produsen otomotif global Stellantis mengungkapkan krisis kelangkaan komponen chip elektronik pada unit kontrol mesin (engine control unit) memicu gangguan signifikan terhadap proses manufaktur sejumlah model mobil Fiat di Italia.
Produsen otomotif global Stellantis mengungkapkan krisis kelangkaan komponen chip elektronik pada unit kontrol mesin (engine control unit) memicu gangguan signifikan terhadap proses manufaktur sejumlah model mobil Fiat di Italia. REUTERS/DAVID DEE DELGADO
Jakarta, CNN Indonesia --

Produsen otomotif global Stellantis mengungkapkan krisis kelangkaan komponen chip elektronik pada unit kontrol mesin (engine control unit) memicu gangguan terhadap proses manufaktur sejumlah model mobil Fiat di Italia. Gangguan produksi ini diproyeksikan masih berlanjut sepanjang November hingga Desember.

Dikutip Reuters, Rabu (4/11) pihak Stellantis menjelaskan tersendatnya pasokan chip dari vendor pemasok telah menekan angka penjualan pada Oktober, khususnya untuk model city car Fiat Pandina yang merupakan salah satu lini terlaris merek tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Stellantis dan Fiat sedang bekerja dengan prioritas tertinggi untuk mengidentifikasi solusi alternatif dan memulihkan operasi normal secara bertahap," tulis pernyataan resmi grup perusahaan.

Krisis komponen komputer ini berpotensi memicu penghentian sementara operasional perakitan di beberapa fasilitas manufaktur utama di Italia. Risiko jeda produksi membayangi Pabrik Pomigliano yang memproduksi Fiat Pandina serta Pabrik Mirafiori yang merakit Fiat 500.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dampak keterbatasan pasokan komponen ini disinyalir turut merembet ke pabrik komponen mesin Stellantis di Termoli. Fasilitas tersebut merupakan lokasi perakitan mesin N3 GSE yang digunakan pada model Pandina dan Fiat 500.

Sebelumnya, Pabrik Mirafiori telah mengalami penghentian operasional selama tiga pekan sejak pertengahan Oktober akibat kelangkaan komponen lain. Serikat pekerja setempat juga menilai lesunya permintaan pasar terhadap Fiat 500 menjadi salah satu pendorong terhentinya aktivitas produksi di fasilitas tersebut.

(hjn/mik)
placeholder
LIHAT SELENGKAPNYA