Pertumbuhan penjualan kendaraan listrik di Indonesia mencatatkan kontribusi positif terhadap laju perekonomian nasional.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Indonesia pada triwulan III-2026 tumbuh solid sebesar 5,47 persen secara tahunan (year-on-year/YoY), yang salah satunya terdorong oleh sektor perdagangan otomotif dan konsumsi masyarakat.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS RI, Moh. Edy Mahmud, mengungkapkan konsumsi rumah tangga yang tetap terjaga menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi, diikuti oleh akselerasi kinerja di sektor produksi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ekonomi Indonesia pada triwulan 3-2026 tumbuh solid sebesar 5,47 persen secara tahunan, utamanya ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang masih terjaga," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (5/11).
Lihat Juga : |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari sisi produksi, kinerja perdagangan bergerak lebih cepat seiring peningkatan aktivitas jual-beli otomotif. Sektor perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor mencatatkan pertumbuhan hingga 7,14 persen. Capaian ini melampaui pertumbuhan periode yang sama pada triwulan III-2025 sebesar 5,46 persen dan triwulan III-2024 sebesar 4,85 persen.
Peningkatan pada sektor perdagangan tersebut didorong oleh tingginya volume penjualan kendaraan di dalam negeri, khususnya pada segmen kendaraan niaga serta tren adopsi kendaraan listrik (electric vehicle/EV) yang terus berkembang.
Selain sektor perdagangan otomotif, penguatan ekonomi triwulan III-2026 juga didukung oleh industri pengolahan yang tumbuh 5,87 persen dengan kontribusi pertumbuhan sebesar 1,20 persen.
"Jika kita rinci menurut subsektor, terlihat bahwa kinerja positif sektor industri pengolahan utamanya ditopang oleh kinerja industri makanan dan minuman yang tumbuh hingga 7,09 persen; industri kimia, farmasi, dan obat tradisional yang tumbuh 8,10 persen; dan industri logam dasar yang tumbuh 9,94 persen," jelas Edy.
Kelancaran pasokan barang dari manufaktur dalam negeri serta impor produk otomotif dan komponen pendukungnya dinilai semakin menggairahkan aktivitas pasar. Tren positif penjualan kendaraan berenergi baru ini berikatan erat dengan meningkatnya pembentukan modal dan investasi sektor swasta maupun pemerintah di sektor otomotif nasional.
(hjn/mik)

