Toyota membukukan kenaikan laba periode Juli hingga September 2026. Lonjakan laba ini didorong oleh tingginya permintaan pasar global terhadap mobil hybrid.di tengah pelemahan nilai tukar yen.
Toyota mencatatkan lonjakan laba operasional sebesar 34 persen menjadi 1,13 triliun yen (Rp129,45 triliun, asumsi kurs Rp114,56 per JPY) pada periode tersebut.
Capaian ini melampaui estimasi rata-rata analis yang memproyeksikan angka 992 miliar yen (Rp113,64 triliun). Seiring dengan pencapaian positif ini, pabrikan juga menaikkan proyeksi laba tahunan sebesar 15 persen menjadi 3,9 triliun yen (Rp446,78 triliun) untuk tahun fiskal yang berakhir pada Maret mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fokus strategi perusahaan pada teknologi bensin-listrik hybrid terbukti menjadi kunci utama dalam mempertahankan pangsa pasar, terutama di Amerika Serikat. Pendekatan ini dinilai lebih adaptif dibandingkan produsen otomotif global lain yang melakukan investasi besar-besaran pada kendaraan listrik murni (electric vehicle/EV) di tengah melambatnya pertumbuhan pasar EV global.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun harus menghadapi persaingan ketat dari produsen kendaraan listrik asal China dan tantangan penurunan penjualan di wilayah Timur Tengah serta China, Toyota terus berupaya memperkuat posisinya di pasar global.
Chief Financial Officer Toyota Yoichi Miyazaki menyampaikan perusahaan telah mengambil langkah responsif untuk menahan penurunan pangsa pasar di China yang saat ini menjadi barometer teknologi industri otomotif dunia.
"Kami telah berhasil menghentikan penurunan pangsa pasar kami dan sekarang mulai merebut kembali beberapa posisi," ujar Yoichi mengutip Reuters, Jumat (6/11).
Langkah efisiensi dan penetrasi penjualan juga dilakukan untuk menekan dampak dinamika harga bahan baku serta situasi geopolitik yang memengaruhi industri kendaraan secara global.
Chief Accounting Officer Toyota Takanori Azuma menegaskan komitmen perusahaan dalam mengimbangi dampak situasi di Timur Tengah dan lonjakan harga bahan baku melalui upaya penjualan dan pengurangan biaya.
Selain mengandalkan lini hybrid, Toyota juga mengumumkan rencana pembentukan unit bisnis robotika baru yang akan memasok kebutuhan manufaktur serta industri lain sebagai salah satu pilar pertumbuhan perusahaan di masa depan. Kinerja keuangan yang melampaui ekspektasi ini turut mendorong kenaikan harga saham Toyota hingga mencatatkan kenaikan harian tertinggi sejak 1987.
(hjn/mik)

