Ditemui di Plaza Senayan, Jakarta, pada Senin (10/8), Anggy menjelaskan, 3 bercerita tentang konflik antara tiga sahabat yang berkaitan dengan suasana sosial politik Jakarta, pada 2036. Indonesia di masa itu negara liberal.
Dalam trailer berdurasi tiga menit yang ditunjukkan Anggy dan tim, sekilas 3 terasa sebagai film aksi berbalut editing CGI yang cukup canggih. Efek visual yang ditawarkan dapat tergolong cukup meyakinkan mata.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alif yang merupakan seorang prajurit, bertekad menghabisi semua penjahat dan menemukan pembunuh orang tuanya. Lam adalah jurnalis yang bertekad menyebarkan kebaikan melalui tulisan-tulisannya. Sedangkan Mim, memilih menjadi ustaz sebagai tanda baktinya.
Meski namanya sangat Islami karena menggunakan huruf-huruf Arab dan memasukkan unsur terorisme, Anggy menegaskan film 3 bukan tentang agama tertentu. "Ini sepenuhnya fiksi, tidak menyudutkan agama apa pun. Ini soal kebenaran dan kebaikan," tutur Anggy.
Raam Punjabi selaku produser dari Multivision Pictures menambahkan, "Kami simpulkan tidak ada agama yang dikucilkan. Pada 2036, Indonesia bisa jadi apa pun, dan ini fiksi. Saya trauma soal agama, nanti dipanggil lagi ke polisi, saya tidak mau Anggy puas saya sedih."
Film 3 juga tidak melulu soal laga. Kehadiran Prisia Nasution dan Tika Bravani menggambarkan Anggy akan membawa unsur asmara dalam film aksi-drama itu. Bergabungnya Donny Alamsyah dan Cecep Arif Rahman dari The Raid membuktikan film itu tidak akan main-main.
Lantas, berapa jumlah penonton yang ditargetkan? Meski Anggy terbukti berhasil masuk box office Indonesia tahun ini, Raam menuturkan ia tak minta penonton muluk-muluk. "Saya bilang ke Anggy tidak sejuta juga tidak apa. Yang penting penonton terhibur," katanya.
Film 3 dijadwalkan tayang September mendatang.
(rsa/vga)