Dalam tata nama ilmiah, burung yang termasuk dalam keluarga kutilang ini dikenal dengan nama Pycnonotus zeylanicus. Kata Pycnonotus berasal dari Bahasa Yunani yang berarti burung dengan bulu punggung yang tebal, sedangkan zeylanicus berasal dari Bahasa Latin modern yang berarti dari Sri Lanka. Padahal burung ini tidak ada di Sri Lanka.
Kesalahan (yang terpelihara ini) karena pada saat dideskripsikan untuk dinamai oleh Johann Friedrich Gmelin pada tahun 1789, awetan burung yang digunakan (type specimen) disangka berasal dari Sri Lanka, padahal sebenarnya berasal dari Pulau Jawa. Dalam Bahasa Inggris, burung ini dikenal dengan nama Straw-headed Bulbul, karena bulu-bulu di bagian kepalanya mirip jerami.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Burung pemakan buah, ulat dan serangga ini tersebar di Semenanjung Malaya, Sumatera, Kalimantan dan Jawa. Namun demikian, burung ini tampaknya sudah punah dari Pulau Jawa, serta makin langka di Sumatera dan Kalimantan. Para ahli berpendapat, tingginya tingkat penangkapan burung ini di alam menjadi penyebab utama mulai menghilangnya burung ini dari tempat hidupnya alam. Di Pulau Jawa, laporan terakhir menyebut burung ini terlihat (bebas di alam) pada awal tahun 1970-an di Ujung Kulon.
Cucak rawa sudah seharusnya segera dilindungi, demikian pula tempat hidupnya. Perdagangannya juga harus dikendalikan dengan ketat. Semoga kita belum terlambat untuk menyelamatkan sang biduan agar tidak hilang dari alam dan kicauannya tetap menyemarakan hutan tempat hidupnya. (std/std)