Pengganti Pluto itu diduga berada di area gelap setelah Neptunus. Ia punya massa 10 kali Bumi. Tapi ini semua baru berdasarkan hipotesis dan modelling, belum observasi.
Ilmuwan mengatakan, dengan mengandalkan teleskop, untuk memastikan dugaan tadi perlu waktu sampai lima tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka percaya, keberadaan satu planet pasti berpengaruh pada pergerakan sembilan planet lain di Tata Surya. Maka, Cassini akan dipakai untuk mengukur dan mencari planet kesembilan itu.
Biar kamu tahu, pemahaman bahwa keberadaan satu planet berpengaruh pada planet lain ini sudah ada sejak 1980-an. Para astronom sudah memakai posisi dan pergerakan planet yang sudah diketahui untuk melihat eksistensi planet yang belum kelihatan.
Satu planet akan mempengaruhi planet lain. Teknik ini yang telah dipakai untuk menemukan Neptunus pada 1846 dan Pluto pada 1930.
Mike Brown, seorang profesor astronom planet di Caltech, dan koleganya, Konstantin Batygin, telah mengobservasi keberadaan planet kesembilan dengan mengobservasi orbit aneh dari enam benda besar di Sabuk Kuiper, di mana Pluto termasuk di dalamnya. (ded/ded)