Kebanyakan upaya menjawab pertanyaan itu dilakukan dengan meneliti berbagai fosil yang bisa ditemukan. Tapi sekarang, segalanya akan lebih mudah.
Di sebuah sistem kars yang besar di Provinsi Mae Hongson, Thailand, ilmuwan menemukan satu spesies ikan buta yang bisa berenang di air sekaligus berjalan di darat seperti vertebrata.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hewan ini didapati mengembangkan sistem kerangka seperti yang digunakan vertebrata modern untuk berjalan. Termasuk tulang pinggul.
Kalau kamu meletakkan ikan biasa di darat, biasanya ikan akan menggelepar-gelepar. Sirip ikan memang tidak didesain untuk melawan gravitasi.
Nah, vertebrata dari zaman purba, yang disebut tetrapoda, mengembangkan adaptasi yang membuatnya bisa bergerak secara efisien di darat.
Tulang panggulnya menggabungkan kaki belakang dengan sirip. Tulang belakangnya tumbuh saling mengunci, membantu sirip bisa membantu tubuhnya tegak dan lurus, meski ditarik oleh gravitasi.
Nah, tetrapoda memakai adaptasi ini untuk ‘berjalan’. Ia memutar sirip depan dan sirip belakang secara bersamaan untuk bergerak di darat.
Kemiripan inilah yang ditangkap ilmuwan pada ikan Cryototora thamicola dari Thailand tadi dan dipublikasikan di jurnal Scientific Reports. Ikan tadi mengembangkan kerangka yang mirip dengan tetrapoda dan cara berjalan juga seperti tetrapoda. (ded/ded)