Tapi tahukah kamu, pemanis jenis ini ternyata tak ramah lingkungan lho. Limbahnya memiliki pengaruh buruk pada air.
Luca Nizzetto, ilmuwan lingkungan sumber daya air yang bekerja di Institut Norwegia mengatakan kandungan sucralose di pemanis buatan akan mempengaruhi ekosistem perairan dan tanaman serta hewan di dalamnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi zat ini biasanya dikeluarkan kembali melalui urine dan feses. Saat dibuang melalui toilet, sucralose akan tetap bertahan dalam air, dan melalui proses pengelolaan limbah air.
Pada akhirnya ekstrak sucralose terjauh menyasar di laut. Hal ini yang membuat Nizzetto dan rekan-rekannya terkejut betapa luasnya penyebaran sucralose dan pengaruhnya terhadap kualitas air laut. Temuan ini telah mereka angkat dalam jurnal Marine System 9 Maret lalu.
Mereka menemukan penyebaran sucralose di laut utara. Tidak hanya itu, terdapat pula zat berbahaya semacam pestisida, obat-obatan, produk kecantikan dan bahan kosmetik, dan yang terbanyak adalah sucralose yang terdapat di setiap titik penelitian.
Lupakan dampak negatif terhadap tubuh, karena itu membutuhkan penelitian tersendiri namun kandungan sucralose yang melimpah di lautan sangat membahayakan bagi hewan dan tanaman di dalamnya.
Sebagai salah satu bahan kajian adalah hewan crustaceans atau udang kecil yang dapat berenang lebih cepat atau lebih lambat dari biasanya. Adapula tikus percobaan yang diberi asupan sucralose rutin dan mengakibatkan munculnya bibit kanker darah. Sementara untuk tanaman, sucralose berhasil membuat tanaman gagal membuat makanan.
Bukan tidak mungkin ada banyak temuan baru dari dampak buruk sucralose yang ada di lautan, terhadap manusia. Tanpa disadari manusia juga ikut menggantungkan hidupnya dari laut dengan mengkonsumsi makanan laut yang mungkin saja telah tercemar. (ded/ded)