Meskipun demikian, saya tidak melihat adanya dampak negatif dari menggunakan pena dan buku tulis. Sebaliknya, saya merasa bahwa pena lebih efektif dari keyboard yang ada di laptop dalam hal mencatat.
Sebelum melanjutkan kuliah ke luar negeri, saya menjadi asisten dosen. Ketika dosen utama memberikan kuliah, saya duduk di bangku belakang dan mendapati beberapa mahasiswa melihat media sosial, berbelanja online, dan bermain video game. Dari arah dosen yang sedang mengajar, para mahasiswa terlihat sedang mencatat dengan laptop mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alih-alih membantu mahasiswa, penggunaan laptop malah memicu mereka untuk melakukan kegiatan lain selain mencatat. Lain halnya dengan sebagian kecil mahasiswa yang menggunakan pena untuk mencatat, mereka cenderung memiliki fokus yang lebih baik karena tidak memiliki banyak gangguan.
Sebaliknya, mahasiswa yang mencatat dengan pena cenderung menulis poin penting dengan menggunakan kata-kata sendiri setelah mereka memahami apa yang disampaikan oleh dosen. Dengan kata lain, mahasiswa yang mencatat dengan pena memiliki kecenderungan untuk memproses informasi terlebih dahulu sebelum mereka menuangkan apa yang telah mereka pahami.
Satu-satunya gangguan yang saya alami ketika mencatat dengan pena adalah doodling. Doodling adalah kegiatan menggambar sembari melamun. Ketika kemampuan konsentrasi dalam mengikuti kuliah mulai menurun, terkadang, saya membuat coretan-coretan kecil tak beraturan di buku tulis.
Menariknya, saya mengingat poin penting yang disampaikan oleh dosen karena kegiatan doodling tersebut. Menurut hasil penelitian yang diterbitkan oleh Applied Cognitive Psychology, melakukan doodling ketika mendengarkan kuliah yang melelahkan ternyata dapat membantu mahasiswa untuk mengingat apa yang disampaikan oleh dosen.
Dengan berbagai pertimbangan tersebut, tidak ada alasan bagi saya untuk tidak mencatat dengan pena. Dalam hemat saya, goresan pena di buku tulis bahkan lebih tangguh dibandingkan dengan keyboard yang ada di laptop untuk menulis poin penting dari perkuliahan.
Orang tua, Anda sendiri, atau dalam kasus saya, negara mengeluarkan biaya agar kita dapat belajar dengan baik di bangku pendidikan tinggi. Jika Anda ingin bermain video game atau berbelanja online, mengapa harus datang ke kelas? (ded/ded)