“Karena hari pertama adalah hari bersejarah untuk anak-anak kita,” kata Menteri Anies, di kantornya, Senin (11/7).
Hari itu penting karena anak akan menghadapi suasana baru, dan bertemu dengan lingkungan baru. Hari pertama merupakan langkah awal anak untuk melakukan perjalanan panjang di rumah keduanya, yaitu sekolah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Guru sudah kami minta untuk tidak hanya salaman saja, tapi sambut, kenalan minta nomor kontak, menjelaskan rencana belajar setahun ke depan, minta masukan orangtua, minta orangtua menjelaskan apa yang harus diperhatikan sekolah dari anaknya,” kata Anies.
Menteri Anies juga mengimbau pihak perusahaan memberikan izin karyawannya yang ingin mengantarkan anak ke sekolah pada hari pertamanya masuk. "Sebaiknya ayah ibu bersama-sama, jangan hanya ibunya saja," kata sang menteri.
Pentingnya hari pertama ini sebetulnya dapat meredam rasa stres pada anak-anak, yang belum mengenal dunia sekolahnya. Terutama bagi anak usia PAUD, TK, dan Sekolah Dasar.
Tradisi ini telah dilakukan di Jerman lebih dari 200 tahun lalu dan dilakukan oleh seluruh anggota keluarga seperti ayah, ibu, kakek dan nenek. Tujuannya adalah meredam rasa stres anak dan menciptakan keadaan sukacita sebelum memulai dunia pendidikan. (ded/ded)