PKB Galau Cagub Jabar, Sudah Mantap Dengan Cagub Jateng

M. Andika Putra, CNN Indonesia
Sabtu, 08/07/2017 17:56 WIB
PKB Galau Cagub Jabar, Sudah Mantap Dengan Cagub Jateng
PKB belum tentukan calon gubernur yang akan diusungnya pada Pilkada Jabar 2018. Namun, partai tersebut telah mantap usung cagub untuk tantang petahana Ganjar Pranowo di Pilkada Jateng 2018. (dok. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Jakarta, CNN Indonesia --
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) masih galau untuk menentukan calon dalan Pilkada Jawa Barat (Jabar) 2018. Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengatakan ada tiga calon yang masuk dalam radar PKB.

"Ridwan Kamil kita komunikasi terus, Dedi Mulyadi kita juga komunikasi terus. Kemudian Aa Gym masih dalam proses," kata Cak Imin saat halal bihalal di kediamannya, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (8/7).

Cak Imin mengaku PKB belum menentukan calon di antara tiga orang tersebut. Iya akan menentukan setelah proses seleksi selesai.


"Masih menguji satu kompetensi dan satu elektabilitas," kata Cak Imin.

Untuk diketahui saat ini Wali Kota Bandung Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, sudah didukung oleh Partai NasDem sebagai calon gubernur Jabar. Partai NasDem membebaskan Emil untuk memilih pasangannya dalam Pilkada Jabar.

Sedangkan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang merupakan kader Partai Golkar diperintahkan untuk terus melakukan sosialisasi jelang Pilkada 2018. Hampir dipastikan Golkar akan mengusung Dedi, namun hingga saat ini belum ada pembicaraan ihwal kemungkinan kandidat pendamping Dedi di Pilkada.

Pilkada Jawa Tengah

Berbeda dengan Pilkada Jabar, PKB sudah menentukan calon untuk Pilkada Jawa Tengah (Jateng) 2018. Partai pendukung pemerintah itu mengusung mantan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar.

"Kita sudah menyusun konsolidasi partai-partai memasarkan Pak Marwan Jafar. Kepada yang kecewa-kecewa dengan Pak Ganjar ayo gabung ke sini," kata Cak Imin.


Saat ini Ganjar merupakan gubernur Jawa Tengah yang menjabat sejak Agustus 2013. Nama politikus PDIP itu sempat bermasalah sejak petani Rembang menolak keberadaan PT Semen Gresik Indonesia (Persero) Tbk. Ganjar pun terseret dalam dugaan korupsi kasus e-KTP.

Meski begitu, Cak Imin mewajarkan bila elektabilitas Marwan masih kalah dengan Ganjar yang notabene adalah petahana. Ia optimis elektabilitas Marwan akan naik dengan mengumpulkan pihak yang kecewa dengan Ganjar.

"Saya tidak kecewa dengan pak Ganjar, tapi kumpul-kumpul yang kecewa kan bagus," kata Cak Imin.