Koalisi dengan Gerindra, PKS Batal Usung Deddy Mizwar

Joko Panji Sasongko, CNN Indonesia
Rabu, 27/12/2017 17:19 WIB
Koalisi dengan Gerindra, PKS Batal Usung Deddy Mizwar
Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman (kiri) disaksikan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (tengah) dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (kanan) memberikan keterangan kepada awak media seusai menggelar pertemuan di Kantor DPP PKS. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
Jakarta, CNN Indonesia -- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membatalkan dukungan kepada Deddy Mizwar pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat. Dukungan PKS dialihkan ke Mayjen (Purn) Sudrajat, calon gubernur yang diusung oleh Gerindra.

Presiden PKS Sohibul Iman menyatakan, PKS akan berkoalisi dengan Gerindra dan PAN untuk mendukung Sudrajat yang akan berpasangan dengan Ahmad Syaikhu.

"Pertama di Jawa Barat, pasangan (Purn) Mayjen Sudrajat sebagai gubernur dan Ahmad Syaikhu sebagai calon wakil gubernur," kata Sohibul Iman di Kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Rabu (27/12).

Koalisi PKS, PAN dan Gerindra menguasai 27 kursi di DPRD Jawa Barat dan telah memenuhi syarat untuk mengusung calon gubernur dan wakil gubernur. Gerindra memiliki 11 kursi, PKS 12 kursi, dan PAN 4 kursi. Syarat pencalonan Gubernur adalah 20 kursi.

Sebelum resmi mengalihkan dukungan ke Sudrajat, PKS telah menyatakan akan mengusung Deddy Mizwar dan Ahmad Syaikhu bersama Partai Demokrat.
Terkait hal itu, Shohibul meminta maaf kepada Partai Demokrat dan Deddy Mizwar.

"Terima kasih kepada Partai Demokrat, Deddy Mizwar, kami tidak bisa bersama," kata Sohibul.

Sohibul mengaku telah berdiskusi dengan Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat, Amir Syamsuddin berkaitan dengan pengalihan dukungan itu.

Kendati gagal bersama dengan Demokrat di Pilgub Jabar, kata Sohibul, PKS akan berkoalisi dengan Demokrat di Pilgub Nusa Tenggara Timur (NTT)  dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Benny Kabur Harman di NTT adalah kader Demokrat, di NTB cagub Zulkiflimansyah, dan cawagub Siti Rohmi, kakak kandung Tuan Guru Bajang, tokoh demokrat," kata dia.

Sementara itu, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto juga meminta maaf kepada sejumlah kader Gerindra bila keputusan partai dianggap mengecewakan karena tidak mengusung kader sendiri di pemilihan kepala daerah.

"Kami belajar demokrasi. Demokrasi tidak mudah, kita harus kompromi kadang kita mengecewakan kader-kader sendiri," kata dia.

Prabowo mengaku banyak pihak yang kecewa dengan pilihan partai. "Saya memakai kesempatan ini untuk minta maaf kami terpaksa ambil keputusan yang terbaik dari yang mungkin, mungkin mengecewakan banyak pihak. Ada yang tidak puas dengan Gerindra," katanya.

(ugo/djm)