Yenny Wahid Jadi Opsi Gerindra di Pilgub Jawa Timur

Abi Sarwanto , CNN Indonesia
Selasa, 02/01/2018 09:05 WIB
Yenny Wahid Jadi Opsi Gerindra di Pilgub Jawa Timur
Direktur The Wahid Institute Yenny Wahid (tengah), di kantor Kemdikbud, Jakarta, Selasa (15/8/2017). Ia dimunculkan sebagai salah satu calon Gubernur di Pilgub Jatim 2018 oleh Partai Gerindra. (Foto: CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setelah bertemu Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, nama Putri Presiden Indonesia keempat Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Zanubah Ariffah Chafsoh Rahman Wahid alias Yenny Wahid, dipertimbangkan sebagai salah satu bakal calon gubernur di Pemilu Gubernur Jawa Timur 2018.

"(Yenny) baru salah satu alternatif calon yang dipertimbangkan oleh Gerindra," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, melalui pesan singkat, Senin (1/1).

Nama Yenny (43), lanjutnya, baru muncul setelah Direktur The Wahid Institute itu melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, beberapa waktu lalu.

Selain Yenny, kata Dasco, Gerindra juga masih menimbang nama Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Bupati Bojonegoro Suyoto, dan anggota DPR Moreno Soeprapto, sebagai bakal calon Gubernur di Pilgub Jatim. Pihaknya mengaku belum mengeluarkan rekomendasi kepada siapa pun di pesta demokrasi Jawa Timur itu.

"Karena termasuk yang harus diputuskan dengan PAN dan PKS," imbuh Dasco, yang juga menjabat Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR itu.

Gerindra, PKS, dan PAN diketahui sudah menjalin koalisi untuk Pilkada di enam provinsi. Ketiganya akan mengumumkan bakal pasangan calon gubernur-wakil gubernur Jawa Timur, pada Rabu (3/1).

Hingga kini, PKS maupun PAN masih belum memutuskan sikap resmi terhadap calon yang akan didukung untuk Pilgub Jawa Timur. Terakhir, kedua partai masih condong mendukung pasangan Gus Ipul-Abdullah Azwar Anas.

"PKS sampai terakhir masih ke Gus Ipul, dan saya kira DPP (Dewan Pimpinan Pusat) oke, insya Allah," kata Ketua DPP PKS Bidang Wilayah Dakwah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Sigit Sosiantomo, yang dihubungi terpisah.

Meski demikian, katanya, sikap itu masih bisa berubah tergantung keputusan DPP PKS dan faktor kecocokan tokoh yang ditawarkan Gerindra.

Jika koalisi Gerindra, PKS dan PAN terbangun di Pilgub Jawa Timur, ketiga parpol itu bisa mengusung bersama calon gubernur-wakil gubernur di Pilgub Jatim 2018. Sebab, secara total ketiganya memiliki 26 kursi di DPRD Jatim. Rinciannya, Gerindra memiliki 13 kursi, PAN 7 kursi, dan PKS 6 kursi.

Di pihak lain, duet Gus Ipul-Anas telah didukung PKB dan PDIP yang memiliki total 39 kursi; duet Khofifah-Emil Dardak telah didukung Partai Golkar, Partai Demokrat, Nasdem-Hanura dan PPP dengan total 38 kursi.

Saat coba dihubungi, Yenny Wahid belum merespon panggilan telepon dan pesan singkat CNNIndonesia.com.

[Gambas:Instagram]

Pada 26 Desember 2017, Yenny mengunggah foto pertemuannya dengan Prabowo. Ketika itu, Yenny tampak tengah berbincang di sofa yang terpisah dengan Prabowo. Sementara, Prabowo duduk di samping sesosok lelaki yang disebut Yenny sebagai mertuanya.

Namun, Yenny menyebut perbincangan itu hanya seputar masalah kebangsaan dan geopolitik dunia, termasuk soal Palestina. Selain itu, ia membahas soal diet.

"Kami juga berbincang soal masalah super penting. Yaitu, gimana caranya bisa lebih kurusan. Mas Bowo (Prabowo) sekarang memang terlihat lebih fit, rupanya karena sudah turun beratnya 12 kilogram. Pastinya saya kepo dan pengen tau dong resepnya," ujar dia, dalam akun Instagram-nya, yennywahid. (arh/djm)