Komunitas Ojek Online Dukung Jagoan Demokrat di Pilgub Sumsel

CNN Indonesia, CNN Indonesia
Selasa, 09/01/2018 17:25 WIB
Komunitas Ojek Online Dukung Jagoan Demokrat di Pilgub Sumsel
Komunitas ojek online Palembang menyatakan dukungannya pada salah satu calon di Pilgub Sumsel. (CNN Indonesia/Nefri)
Palembang, CNN Indonesia -- Komunitas ojek online di Palembang, Sumatera Selatan mendukung pasangan calon gubernur/wakil gubernur Ishak Mekki dan Yudha Pratomo dalam kontestasi Pemilihan Gubernur 2018.

Pasangan ini didukung oleh Partai Demokrat, Partai Bulan Bintang dan Partai Persatuan Pembanguan.

Hari ini (9/1), Ishak-Yudha menggelar deklarasi pencalonan mereka yang turut dihadiri oleh anggota komunitas ojek online di ibu kota Sumsel itu.

Para pendukung Ishak-Yudha tersebut tergabung dalam Paguyuban Driver Ojek Online (PDO2) Palembang.

“Sudah jelas dari pengalaman, pendidikan dan loyalitas, para calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel ini sudah banyak merealisasikan janjinya. Sebagian masyarakat luas sudah menikmatinya,” ujar Koordinator PDO2 Palembang, Gunawan Jauhari kepada CNNIndonesia.com.

“Dukungan ini kemauan kami masing-masing untuk menjadi pendukung Ishak-Yudha memenangkan Pilgub Sumsel 2018,” katanya.

Gunawan pun menjamin pada hari pencoblosan nanti, tak ada paksaan bagi anggota komunitasnya untuk memilih salah satu paslon termasuk Ishak-Yudha. Pilihan itu, kata Gunawan, diserahkan kepada masing-masing individu meski secara komunitas mendukung Ishak-Yudha.

Visi dan Misi Ishak-Yudha

Ishak adalah ketua DPD Partai Demokrat Sumsel, sementara Yudha Pratomo dikenal sebagai putra dari mantan Gubernur Sumsel, Mahyuddin.

Saat menggelar deklarasi, Ishak yang juga masih menjabat Wakil Gubernur Sumsel ini memaparkan berbagai visi misi jika memenangkan Pilgub 2018. Salah satunya melanjutkan program pemprov Sumsel yang dinilainya bermanfaat bagi rakyat seperti Sekolah dan Berobat Gratis. Selain itu, ada pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Tanjung Api-Api (TAA) Sumsel yang juga belum berjalan sesuai dengan target Pemprov Sumsel.

“Masih banyak pungutan liar dan antre untuk masuk ke sekolah dan berobat, banyak keluhan dari warga. Program TAA juga belum tuntas, termasuk pelabuhan internasionalnya. Belum ada satu pun investor yang menanamkan modalnya,” ujarnya.

Ishak mengatakan saat berkeliling ke 17 kabupaten/kota di Sumsel sebagai Wagub Sumsel ia melihat masih banyak infrastruktur di pelosok yang belum dibangun dengan baik.
Komunitas Ojek Online Dukung Jagoan Demokrat di Pilgub SumselPasangan Ishak Mekki-Yudha Pratomo didukung tiga parpol yakni Demokrat, PBB dan PPP. (CNN Indonesia/Nefri)

Ishak Mekki juga menjanjikan akan menyelesaikan pembenahan jalan provinsi yang rusak selama dua tahun, jika terpilih menjadi Gubernur Sumsel 2018-2023.

Saat ditanya tentang Gubernur Sumsel yang mendukung rivalnya, Dodi Reza Alex Noerdin, ia mengakui hubungan mereka masih berjalan baik. Bahkan Alex Noerdin tidak melakukan intervensi kepada dirinya maupun Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemprov Sumsel.

“Dalam pesta demokrasi sah-sah saja medukung dan mencalonkan siapa saja. Bagaimana berkompetisi dengan baik dan jujur. Sudah kita ingatkan agar ASN terus bersikap netral,” katanya.

Dalam deklarasi hari ini, turut hadir pula ayah dari Yudha yakni Mahyuddin. Mahyuddin yang juga politikus Demokrat itu berharap putranya bisa membawa Sumsel maju bersama Ishak.


Dari tiga koalisi saat ini, Ishak dan Yudha mendapatkan dukungan 15 kursi di DPRD Sumsel,Partai Demokrat (11 kursi), PBB (2 kursi) dan PPP (2 kursi). Dukungan 15 kursi adalah angka minimal syarat untuk mengusung bakal calon pasangan kepala daerah mengikuti Pilgub Sumsel sesuai dengan peraturan KPU yakni 20 persen kursi di DPRD.

Pasangan ini akan bersaing dengan tiga pasangan lainnya, yaitu Dodi Reza Alex Noerdin-Giri Ramanda yang mendapat 29 kursi dari parpol pendukung Golkar (10), PDIP (13) dan PKB (6).

Lalu ada pasangan Syaifudin Aswari Rivai-Irwansyah Sofyan yang meraih 15 kursi dari koalisi Partai Gerindra (10) dan PKS (5). Ada juga pasangan Herman Deru-Mawardi sebanyak 16 kursi yang didukung NasDem (6), PAN (5), dan Hanura (5). (ref/kid)